Friday, July 13, 2012

Fans Barca Tabuh Genderang Perang

Jelang Piala Super Spanyol 2012
Fans Barcelona di leg kedua semifinal Liga Champions menghadapi Chelsea di Camp Nou, 24 April 2012.









SportPoin: Menjelang digelarnya laga Piala Super Spanyol 2012 pada 23 dan 30 Agustus mednatang, Selasa (10/7) lalu, Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) di bawah kendali Presiden Angel Maria Villar, melansir keputusan yang mengejutkan yaitu dengan mencabut sanksi touchline ban terhadap pelatih Real Madrid Jose Mourinho dan entrenador Barcelona Tito Vilanova (Baca: Sanksi Mourinho dan Vilanova Dicabut).

Keputusan tersebut tak pelak memancing kritikan keras, utamanya dari kubu Los Blaugrana yang menilai ulah Mourinho yang mencolok mata Tito sepantasnya mendapat ganjaran berat. Namun, Barca tak mau jika hukuman bagi Tito dikurangi atau dicabut. Manajemen klub menuntut dibentuknya komite independen dalam RFEF guna mengevaluasi keputusan Angel Villar.

Tak hanya manajemen yang bereaksi. Bahkan, sebagian fans Barca bergaris keras atau fanatik boleh dibilang menabuh genderang perang terhadap Los Blancos dan RFEF. Yaitu, dengan menuntut manajemen di bawah kendali Presiden Sandro Rosell dan pelatih Tito untuk menurunkan Tim B saat bertemu Madrid di Piala Super Spanyol.

Tuntutan itu merupakan salah satu dari empat pernyataan tegas yang dilansir enam grup atau kelompok fans fanatik Los Blaugrana dalam surat terbukanya kepada manajemen. Keenam grup tersebut adalah Grup Fidel, Nostra Ensenya, Almogavers, KF, Supporters Puyol, Toxics Ventura and Unibarcataris.

Berikut isi surat tersebut:
“Terkait pencabutan saksi yang diberikan Presiden RFEF Angel Villar, satu hal yang kami sesalkan dan kami anggap memalukan, kami menyatakan:
1. Mutlak tidak dapat diterima bahwasanya tindak agresif terhadap pelatih kami Tito Vilanova tidak mendapatkan hukuman karena keinginan dan kehendak dari seseorang yang anti-Barcelona.
2. Mutlak tidak dapat ditolerir jika klub kami menerima keputusan yang tidak adil dan sewenang-wenang tersebut, yang mana merupakan penghinaan terhadap figur pelatih dan tim ini Barcelona, plus nilai-nilai olahraga, spirit komunitas dan etika yang membela klub kami.
3. Bahwasanya dewan direksi klub seharusnya menghormati komitmen publik dengan melakukan langkah nyata, bukan dengan perkataan belaka, dan melakukan tekanan dan langkah-langkah yang kuat untuk menyatakan protesnya terhadap keputusan federasi.
4. Atas nama grup yang kami wakili, orang-orang yang terlibat di dalamnya, atas nama banyak anggota dan suporter klub yang kami rasa bertindaka sebagai juru bicara, dan sebagai pembelaan atas nilai-nilai yang direpresentasikan Barcelona, kami meminta dewan direksi untuk menyetujui aksi protes, sebagai pembelaan terhadap FC Barcelona dan pelatihnya, untuk menurunkan tim afisiliasi, Barca B, yang akan bermain dalam kompetisi ini (Piala Super Spanyol), menerima sanksi ekonomi dan federasi. Federasi Sepakbola Spanyol, presidennya, dan Real Madrid, tidak pantas mendapat kehormatan melihat tim utama Barcelona. Pada saat yang sama, kami juga yakin dengan kapasitas dan kapabilitas tim cadangan untuk membela kehormatan dan kebanggaan warna kami dalam kompetisi yang nilainya telah didiskreditkan.

Sampai sejauh ini, belum didapat informasi atau keterangan resmi dari manajemen dan dewan direksi Barca terkait tuntutan tersebut.

0 comments:

Post a Comment