London: Relasi antara manajer Chelsea Andre
Villas-Boas dan para pemainnya dikabarkan mencapai titik terendah. Hal
itu dipicu dari sikap mantan pelatih Porto tersebut yang melarang
Nicolas Anelka ikut mencicipi makan siang Natal bersama yang digelar di
kamp latihan klub di Cobham. Villas-Boas beralasan Anelka bakal hengkang
ke Shanghai Shenhua pada 1 Januari.
Menyikapi kebijakan bosnya itu, sejumlah pemain senior The Blues dikabarkan geram dan kecewa. Alih-alih meniru kebijakan Villas-Boas, mereka justru membawa Anelka untuk makan siang bersama di restoran Cina. Di mata para pemain, larangan bagi Nico (Anelka) untuk makan siang Natal bersama adalah tindakan picik, dilandasi dengan iri dan dengki. Sehingga, mereka mengajaknya (Anelka) makan bareng di sebuah restoran Cina di kawasan Mayfair. Tampak jelas, mereka tidak peduli jika tindakannya itu diketahui sang manajer (Villas-Boas), ujar sumber.
Kekhawatiran fans bahwasanya hubungan antara Villas-Boas dan sejumlah pemain seniornya bakal berimbas pada prestasi Chelsea di lapangan hijau mulai menemukan bukti. Selama periode sibuk di akhir tahun, Natal dan Tahun Baru, Chelsea hanya mampu meraup 3 poin dari 12 angka yang tersedia. Para fans pun mencemooh Villas-Boas dan pasukannya usai kekalahan 1-3 dari Aston Villa di Stamford Bridge, Sabtu (31/12).
Nah, problema kian menjadi-jadi menjelang lawatan Chelsea ke Molineux Stadium, kandangnya Wolverhampton Wanderers nanti malam. Winger asal Prancis Florent Malouda mengaku kondisinya tidak fit, sementara striker muda Inggris Daniel Sturridge dikabarkan mengalami cedera. Namun, Villas-Boas tetap membawanya ke Wolverhampton.
Di tengah tuntutan meraih hasil maksimal alias tiga poin dari Wolves, Villas-Boas diklaim telah kehilangan kepercayaan dari sejumlah pemain senior Chelsea. Mereka menilai manajer termuda Liga Premier sepanjang sejarah itu adalah sosok yang arogan, penyendiri, dan tidak komunikatif. Mereka pun menganggap jika Villas-Boas sesungguhnya merupakan pelatih yang kurang matang dan tak piawai dalam menyusun taktik dan strategi di lapangan.
Menyikapi kebijakan bosnya itu, sejumlah pemain senior The Blues dikabarkan geram dan kecewa. Alih-alih meniru kebijakan Villas-Boas, mereka justru membawa Anelka untuk makan siang bersama di restoran Cina. Di mata para pemain, larangan bagi Nico (Anelka) untuk makan siang Natal bersama adalah tindakan picik, dilandasi dengan iri dan dengki. Sehingga, mereka mengajaknya (Anelka) makan bareng di sebuah restoran Cina di kawasan Mayfair. Tampak jelas, mereka tidak peduli jika tindakannya itu diketahui sang manajer (Villas-Boas), ujar sumber.
Kekhawatiran fans bahwasanya hubungan antara Villas-Boas dan sejumlah pemain seniornya bakal berimbas pada prestasi Chelsea di lapangan hijau mulai menemukan bukti. Selama periode sibuk di akhir tahun, Natal dan Tahun Baru, Chelsea hanya mampu meraup 3 poin dari 12 angka yang tersedia. Para fans pun mencemooh Villas-Boas dan pasukannya usai kekalahan 1-3 dari Aston Villa di Stamford Bridge, Sabtu (31/12).
Nah, problema kian menjadi-jadi menjelang lawatan Chelsea ke Molineux Stadium, kandangnya Wolverhampton Wanderers nanti malam. Winger asal Prancis Florent Malouda mengaku kondisinya tidak fit, sementara striker muda Inggris Daniel Sturridge dikabarkan mengalami cedera. Namun, Villas-Boas tetap membawanya ke Wolverhampton.
Di tengah tuntutan meraih hasil maksimal alias tiga poin dari Wolves, Villas-Boas diklaim telah kehilangan kepercayaan dari sejumlah pemain senior Chelsea. Mereka menilai manajer termuda Liga Premier sepanjang sejarah itu adalah sosok yang arogan, penyendiri, dan tidak komunikatif. Mereka pun menganggap jika Villas-Boas sesungguhnya merupakan pelatih yang kurang matang dan tak piawai dalam menyusun taktik dan strategi di lapangan.

No comments:
Post a Comment