Thursday, January 5, 2012

Beda Jerman dan Barcelona

Pelatih Timnas Jerman Joachim Loew berpose di depan kostum replika di Hamburg, 9 November 2011.









 Muenchen: Pelatih Jerman Joachim Loew menampik tegas jika dikatakan pola permainan timnya mirip dengan apa yang diperagakan juara dunia antarklub Barcelona. Menurut Loew, gaya kedua tim sama sekali berbeda. Lebih jauh mata mantan asisten Jurgen Klinsmann yang kini berusia 51 tahun itu, menilai faktor mental pemain sangat berpengaruh pada prestasi tim di lapangan.

Loew mengungkapkan perbedaan yang mendasar antara pola permainan yang diusung Die Mannschaft, julukan Jerman, dengan Los Blaugrana yang dikenal dengan gaya tiki-taka-nya. “Kami sejauh ini telah mengembangkan pola permainan campuran antara passing dan berlari, merebut bola, dan kemudian melontarkan serangan balik yang cepat. (Pola permainan) Kami tidak sama dengan Barcelona yang lebih cenderung menguasai penguasaan bola dalam waktu lama,” terang Loew dalam wawancaranya dengan DAPD.

Lebih jauh, Loew menunjuk filosofi permainan sepakbolanya yang dapat disimpulkan sebagai “lebih cepat lebih baik”. “Saya katakan kepada anak-anak. Manakala berhasil memenangi duel dalam perebutan bola, saya menginginkan mereka dapat mencetak gol dalam waktu delapan detik. Itulah filosofi yang saya anut,” tegas Loew yang berharap para pemain muda Jerman seperti Mario Gotze, Toni Kroos, dan Andre Schurrle dapat menunjukkan progres perkembangan yang positif.

Selain menyoal filosofinya, mantan gelandang serang SC Freiburg di akhir periode 1980-an itu menggarisbawahi jika kesuksesan sebuah tim di lapangan hijau juga akan ditentukan dari faktor mental (kecerdasan) para pemainnya.

“Spanyol tidak meraih kemenangan dengan cara agresif dan fisik. Mental (otak) mereka sangat cepat bekerja. Itulah fungsi yang juga teramat penting dalam perkembangan pemain, yaitu sigap berpikir dan bertindak. Jika seorang pemain mempunyai teknik dan kecepatan yang bagus, namun lambat dalam berpikir, maka value-nya bagi tim akan berkurang,” tambahnya.

Menjelang pergelaran putaran Euro 2012, Loew berharap anak-anak muda Jerman mampu menunjukkan perkembangan yang positif, termasuk reaksi otak dan kecerdasan yang mereka miliki. “Sebelum PD 2010, saya melihat pemain cepat yang kami miliki seperti (Mesut) Ozil, (Thomas) Mueller, dan (Holger) Badstuber mampu memahami semuanya. Mereka belajar begitu cepat. Luar biasa. Saya berharap sebelum Euro 2012, kami pun mampu mempersiapkan tim dengan benar,” pungkas Loew.

Di Polandia-Ukraina, Jerman bakal menghadapi rintangan yang luar biasa sulitnya saat menjalani babak penyisihan Grup B. Pasalnya, Der Panzer harus bertanding dengan Belanda, Portugal, dan Denmark.

0 comments:

Post a Comment