Manchester City
Manchester: Untuk kesekian kalinya striker muda
Manchester City asal Italia Mario Balotelli berulah. Kali ini, Balotelli
kedapatan keluyuran tengah malam menyambangi klab striptease
alias penari telanjang di kawasan Liverpool, Jumat (2/3) dinihari pukul
02.30 waktu setempat atau kurang dari 36 jam sebelum digelarnya partai
lanjutan premiership menjamu Bolton Wanderers di Etihad Stadium, Sabtu (3/3).
Walhasil, Balotelli bakal mendapat skorsing maksimal sebesar dua kali gaji mingguannya atau berjumlah 250 ribu pound (sekitar Rp 3,5 miliar). Hal itu diungkapkan manajer The Citizens Roberto Mancini yang mengaku baru mengetahui kabar keluyurannya Balotelli dari media massa. Meski kerap berulah, Mancini tetap memainkan Balotelli. Hasilnya, mantan striker Inter Milan itu mencetak gol kedua bagi kemenangan 2-0 yang diraih City.
“Apakah saya menilai ia lebih bermasalah ketimbang kualitas yang dimilikinya? Tidak. Saya masih punya kesabaran menyikapi kelakuannya,” aku Mancini yang dapat memahami kelakuan Balotelli. “Mungkin, dia gampang untuk menjadi bosan. Tidak ada iri dan dengki. Ia tidak berpikir jika ia bakal bertanding dalam dua hari kemudian. Ia tidak mengira jika kami menyiapkannya sebagai striker utama. Sebab, kondisinya lebih fit dibanding para pemain yang sebelumnya bermain bersama timnas di partai internasional,” imbuhnya.
Lebih lanjut, tak ingin pemain bintangnya yang baru berusia 21 tahun itu kembali berlaku indisipliner, Mancini meminta Balotelli untuk segera mengakhiri masa bujang alias kawin. “Boleh jadi, perkawinan yang dapat membantunya. Sebab, saya yakin jika ia sejatinya sadar telah melakukan kesalahan. Tidak ada yang dapat kami lakukan jika ia tidak sadar dengan apa yang telah dilakukannya,” tegas Mancini.
“Tampaknya saat ini, segala sesuatunya dapat terjadi pada diri Mario. Musuh terbesarnya adalah dirinya sendiri. Jadi, seharusnya ia harus belajar dari kesalahan. Jika Anda seorang pesepakbola profesional, maka Anda harus tahu jika Anda tidak diperbolehkan berada di luar rumah sampai pukul dua pagi menjelang pertandingan digelar. Mario wajib memahami aturan seperti itu. Memang, saat ini usianya masih muda dan rentan dengan godaan. Tapi, berbeda halnya ketika ia menginjak usia 25 atau 26 tahun. Jika kehidupan pribadi yang Anda jalani tidak baik, maka Anda dipastikan tidak akan mampu bermain di level tertinggi."
"Saya akui, beberapa kali saya kecewa menyikapi ulahnya. Namun, yang paling penting, ia perlu tahu apa yang sedang terjadi di sekitar kehidupannya. Saya selalu bersikap baik padanya, seperti yang saya lakukan terhadap semua pemain. Tapi, ia kudu tahu jika ia wajib taat aturan jika hendak tetap bermain bersama tim. Karena kelakuan buruknya itulah, saya sempat mencadangkannya lima atau enam kali di awal musim,” pungkas Mancini.

0 comments:
Post a Comment