Chelsea
London: Senin, 9 Februari 2009. Hari beranjak senja
ketika dengan tiba-tiba Chelsea memberi konfirmasi resmi pendepakan Luiz
Felipe Scolari dari jabatannya sebagai manajer klub.
Padahal, pelatih asal Brasil berusia 59 tahun (saat itu) baru tinggal
di Stamford Bridge selama tujuh bulan. Hasil buruk yang ditoreh John
Terry dkk dalam dua laga terakhir, kalah 0-2 dari Liverpool dan hanya
mampu bermain imbang 0-0 dengan Hull City, membuat owner klub Roman
Abramovich kehilangan kesabaran dan sangat waswas jika prestasi Chelsea
kian terpuruk.
Tak sampai dua hari kemudian, The Blues resmi mengangkat sosok pelatih beken asal Belanda, Guus Hiddink, sebagai caretaker. Hasilnya, Chelsea nyaris meraih tiket ke final Liga Champions, menduduki peringkat kedua klasemen akhir Liga Premier, dan menjadi jawara FA Cup. Artinya? Keputusan Abramovich mendaulat Hiddink terbukti jitu. Chelsea terselamatkan.
Tiga tahun berlalu, skenario seperti itu kembali tercium di Stamford Bridge. Kali ini, pelakonnya beda generasi. Yang satu, manajer incumbent Andre Villas-Boas, 34 tahun, sosok manajer termuda sepanjang sejarah kompetisi. Usianya pun hanya berbeda hitungan bulan dengan Frank Lampard (33 tahun). Yang lainnya, mantan manajer Liverpool yang jadi pengangguran sejak dipecat Inter Milan pada Desember 2010: Rafael Benitez, 51 tahun.
Skenario tersebut mulai muncul ke permukaan menyusul pernyataan terakhir Villas-Boas terkait melempemnya produktivitas Fernando Torres. Villas-Boas mengibaratkan nasib Torres seperti halnya yang terjadi pada Andriy Shevchenko dan Mateja Kezman. Pernyataan tersebut diyakini membuat kecewa direksi klub dan juga Abramovich.
Karenanya, menurut sumber yang dekat dengan Abramovich, taipan asal Rusia tersebut menimbang dengan serius perubahan kepemimpinan dalam timnya. Bahkan, bukan tak mungkin jika Villas-Boas diberikan surat phk sebelum Chelsea menjalani laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions menjamu Napoli, 14 Maret mendatang.
Pasalnya, Abramovich sendiri mulai ketar-ketir dengan prestasi Chelsea, sama halnya yang terjadi dengan Scolari tiga tahun lalu. Kekalahan 1-3 dari Partenopei membuat The Blues harus unggul minimal 2-0 di leg kedua guna melaju ke babak 8 besar Liga Champions.
Di kompetisi premiership, Chelsea yang sedang bersaing ketat dengan Arsenal untuk memperebutkan posisi empat besar, mempunyai jadwal pertandingan sisa yang jauh lebih berat dibanding klub rival sekotanya itu. Lampard dkk harus berkunjung ke kandang Manchester City, The Gunners, Liverpool, dan menjamu Tottenham Hotspur.
Baru-baru ini, agen Benitez, Manuel Garcia Quilon, memberi konfirmasi jika kliennya belum mendapatkan kontak dengan Chelsea. Meski demikian, Benitez diyakini bakal menganggukkan kepalanya jika diminta terbang ke Stamford Bridge. Di mata Abramovich, Benitez punya kemampuan untuk mengembalikan ketertinggalan Chelsea dari Napoli dan mengangkat kembali performa Torres, striker kesayangannya.
No comments:
Post a Comment