Wednesday, March 14, 2012

Inter Tak Belajar dari Kesalahan

Inter Milan
Milan: Penampilan Inter Milan di kancah Liga Champions jelas-jelas menunjukkan grafik menurun dalam tiga musim terakhir. Setelah berhasil menjadi jawara Eropa kali pertama sejak 1965 di musim 2009-2010, dalam dua musim berikutnya, Nerazzurri selalu gagal menembus babak empat besar.

Di musim 2010-2011, Inter hanya mampu bertahan sampai babak perempat final setelah disingkirkan Schalke 04 dengan agregat 3-7. Di musim ini, rapor klub milik Massimo Moratti tersebut tambah memerah usai disingkirkan Olympique Marseille dengan keunggulan gol tandang menyusul agregat sama kuat 2-2.

Padahal, sejatinya Inter dapat melangkahkan kakinya ke babak delapan besar andaikata Claudio Ranieri dan pasukannya mau belajar dari kekalahan 0-1 di leg pertama yang terjadi di Stade Velodrome, 22 Februari lalu. Saat itu, gol tunggal penentu kemenangan Marseille yang dicetak Andre Ayew tercipta di menit ketiga injury time.

Semalam, Nerazzurri nyaris mampu memaksakan pertandingan dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu menyusul gol yang dicetak Diego Milito 15 menit sebelum waktu normal berakhir. Sayangnya, ketika laga memasuki injury time, lini pertahanan Inter kembali lengah.

Berawal dari bola panjang yang dilontarkan kiper Steve Mandanda, striker pengganti Brandao yang baru masuk menggantikan Loic Remy mampu mengecoh Walter Samuel dan menjebol gawang Julio Cesar. Meski Giampaolo Pazzini kembali membuat Inter unggul 2-1, Marseille tetap lolos berkat keunggulan gol tandang (away). Tragis!

Kapten Javier Zanetti mengaku sangat kecewa dengan kegagalan tersebut. “Sangat, sangat mengecewakan mengingat kami telah berjuang mati-matian. Kami mampu membuat sejumlah peluang. Setelah unggul 1-0, peluang kami terbuka dan kami memaksakan diri memburu gol kedua. Lalu, terjadilah gol penyeimbang kedudukan. Jujur, saya tidak berpikir kami pantas tersingkir,” aku Zanetti yang tampil heroik semalam.

Sementara itu, Ranieri mengakui keteledoran anak-anak asuhannya saat pertandingan memasuki menit-menit akhir. “Konsentrasi anak-anak di injury time menurun. Saya harus mengakui jika itulah yang terbaik yang dapat ditunjukkan para pemain. Saya pikir di musim ini faktor keberuntungan menjauhi kubu kami,” kilah Ranieri.

0 comments:

Post a Comment