Formula 1
SportPoin, Manama: Pemerintah Bahrain merasa yakin
penyelenggaraan Grand Prix F1 tidak akan terganggu dengan aksi protes
massa. Penjagaan ketat disekitar jalur lintasan telah diberlakukan
petugas keamanan untuk menjaga agar protes dari aktivis kelompok oposisi
tidak mendekat ke lokasi balapan yang akan berlangsung Ahad (22/4)
siang waktu setempat..
Sebelumnya, Sabtu kemarin aksi protes di Bahrain masih terus berlangsung dan semakin sering, terutama setelah ditemukannya jenazah dari warga Syiah yang sempat terlibat bentrok dengan pasukan keamanan. Pengunjuk rasa sejauh ini terus meminta agar penyelenggaraan balap GP F1 dihentikan, namun pemerintah bersikeras hal itu tidak diperlukan dan balapan masih bisa terus berjalan.
Sebelumnya, Sabtu kemarin aksi protes di Bahrain masih terus berlangsung dan semakin sering, terutama setelah ditemukannya jenazah dari warga Syiah yang sempat terlibat bentrok dengan pasukan keamanan. Pengunjuk rasa sejauh ini terus meminta agar penyelenggaraan balap GP F1 dihentikan, namun pemerintah bersikeras hal itu tidak diperlukan dan balapan masih bisa terus berjalan.
Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague telah berbicara kepada pemerintah Bahrain dan meminta untuk menahan diri dalam menghadapi aksi unjuk rasa kelompok oposisi. Sejauh ini jadwal penyelenggaraan balalapan F1 yang rencananya akan dimulai pada pukul 15.00 waktu setempat masih belum diubah oleh pemerintah Bahrain.
Pangeran Bahrain, Salman bin Hamad al-Khalifa sebelumnya telah mengatakan pembatalan penyelenggaraan GP F1 hanya akan memperkuat posisi kelompok ekstrimis dan dia tetap bersikeras agar GP F1 tetap digelar untuk menjembatani berbagai kelompok masyarakat di negara itu.
Penyelenggaraan GP Bahrain sempat terhenti tahun lalu setelah aksi protes yang menuntut diberlakukannya pemerintahan yang lebih demokratis berujung pada tewasnya 35 orang warga sipil. Pihak Federasi Otomotif Dunia (FIA) sejauh ini juga belum berkeinginan untuk menghentikan balapan itu.

0 comments:
Post a Comment