Tuesday, June 5, 2012

Benzema, Berlian Polesan Mourinho

Timnas Prancis 
Aksi striker Timnas Prancis Karim Benzema di sesi latihan bersama skuad Les Blues di Clairefontaine, 3 Juni 2012.








SportPoin, Clairefontaine: Di bawah arahan Jose Mourinho dan bimbingan Zinedine Zidane, di Real Madrid, Karim Benzema berubah dari seekor “kucing” menjadi seekor “anjing”. Di Donbass Arena, Donetsk, Senin (11/6) depan, di laga pembuka penyisihan Grup D Euro 2012, bersama Prancis, Benzema bakal menggonggong di depan gawang Tiga Singa, julukan Inggris.

Sejak Les Bleus ditangani Laurent Blanc per 2 Juli 2010, Benzema mencetak gol dan membuat assist yang lebih banyak ketimbang para pemain timnas lainnya. Di musim ini, Benzema turut memberikan andil penting bagi keberhasilan Los Blancos menjuarai La Liga dengan mencetak 21 gol dari 26 starter, dua tahun setelah manajer MU Sir Alex Ferguson sempat mencap bandrol Benzema sebesar 40 juta pound kemahalan.

Awalnya, banyak pihak yang meragukan kapabilitas Benzema, yang diboyong Presiden Madrid Florentino Perez dari Olympique Lyonnais dengan fee transfer 35 juta euro. Pasalnya, Benzema hanya mampu mencetak delapan gol dari 27 partai La Liga di musim 2009-2010. Di luar lapangan, Benzema merasa dirinya dikucilkan. “Di ruang ganti, para pemain ngobrol dan tertawa bersama-sama. Saya tak memahaminya. Saya pun sempat berpikir apakah mereka tengah menertawakan saya?” ujar Benzema kepada L’Equipe beberapa waktu lalu.

Tidak hanya itu “kesialan” yang dialami penyerang kelahiran Lyon, 19 Desember 1987 itu. Selain sempat menabrak pohon saat mengemudikan Lamborghini-nya usai El Clasico, Benzema dituding terlibat prostitusi dengan wanita di bawah umur. Pendek kata, saat Mourinho tiba di Santiago Bernabeu, Juli 2010, Benzema merupakan sosok yang berlawanan dengan kriteria pemain ideal di mata Special One: malu-malu, malas, dan tak dapat dipercaya.

Namun, kini semuanya telah berubah. Di bawah arahan Mourinho, Benzema menjelma menjadi berlian. “Mourinho berbicara pada saya layaknya seorang ayah pada anaknya sendiri,” ujar Benzema yang masih teringat dengan perkataan mantan manajer Chelsea itu di sesi latihan pertamanya. “Saya berharap Anda dapat meninggalkan sosok Benzema di musim lalu,” kata Benzema menirukan ucapan Mourinho.

Sikap Mourinho itulah yang membuat Benzema berbenah. Setelah sempat ditegur keras karena sifat malasnya, Benzema mampu mengubah kebiasaannya. “Mereka memaksa saya untuk berlatih lebih keras. Saya picu diri saya sendiri untuk berlatih dua kali lipat dibanding apa yang saya lakukan di Lyon,” tegasnya.

Setelah menunjukkan grafik yang rada lumayan, mencetak 15 gol dari 33 partai liga di musim 2010-2011, performa Benzema berubah dahsyat di musim lalu. Hal itu tak lepas dari keputusan Mourinho mendaulat Zidane sebagai Direktur Tim Inti. Atas saran Zidane, di sesi pra-musim lalu yang digelar di Hotel Henri Chenot, Benzema menjalani program detox dan meningkatkan kondisi fisiknya. Berat badannya turun 7 kg.

Hasilnya, di laga El Clasico pertama, 10 Desember 2011, Benzema mencetak gol ke gawang Barca hanya dalam waktu 22 detik, gol tercepat sepanjang sejarah pertemuan kedua rival abadi di ranah Spanyol tersebut. Meski Madrid kalah 1-3, tiga hari kemudian, Benzema dianugerahi penghargaan Pemain Terbaik Prancis 2011 oleh majalah terkenal France Football.

Di akhir musim, dengan mendulang 32 gol di semua ajang kompetisi, 21 gol di antaranya di liga, Benzema berhasil meraih gelar La Liga yang pertama bersama Madrid. Benzema memberi bukti jika ia telah berubah dari seekor “kucing” menjadi seekor “anjing”. Dan, publik akan menyaksikan perubahan itu saat Prancis bertanding melawan Inggris di Donetsk, Senin depan.

No comments:

Post a Comment