Barcelona
Para pemain Barcelona merayakan keberhasilan mereka menjuarai La Liga
musim ini meski hanya bermain imbang 1-1 versus Levante di Estadi Ciutat
de Valencia, 11 Mei 2011.
SportPoin, Barcelona: Musim lalu merupakan musim terburuk bagi Barcelona dalam empat tahun terakhir di bawah arahan Pep Guardiola. Los Blaugrana
hanya mampu meraih gelar hiburan, Piala Raja atau Copa del Rey. Di
kancah La Liga, Barca dikalahkan musuh bebuyutannya Real Madrid.
Sementara, di ajang Liga Champions, Lionel Messi dkk tak mampu menembus
solidnya Chelsea.
Meski demikian, merahnya rapor skuad Guardiola di lapangan hijau tak mengganggu birunya rapor keuangan klub yang dikendalikan Presiden Sandro Rosell. Dalam laporan finansialnya terkait kondisi ekonomi di musim 2011-2012, Barca justru mampu menoreh keuntungan hampir sebesar 49 juta euro atau sekitar Rp 563,5 miliar.
Dilihat dari sisi ekonomi, prestasi Barca di musim lalu menjadi yang terbaik sepanjang sejarah klub. Pendapatan begitu menjulang, mencapai 495 juta euro atau naik 4,5 persen dibanding musim sebelumnya (2010-2011). Sementara, pengeluaran hanya sebesar 441 juta euro. Catatan tersebut membuat pendapatan Barca jauh melebihi jumlah yang diterima klub-klub elite Eropa lainnya, seperti Manchester United, Chelsea, AC Milan atau Arsenal, hampir 200 juta euro.
Selain sukses meraih keuntungan, Los Blaugrana pun berhasil mengurangi besaran utangnya sebesar 30 juta euro, menjadi 335 juta euro. “Kami berhasil meraih keuntungan dengan jumlah sebanyak itu tanpa perlu menjual aset, tanpa reklasifikasi urban, tanpa bantuan pihak ketiga, maupun tanpa penjualan pemain,” tegas Javier Faus, Wakil Presiden Klub.
Besarnya pendapatan dan keuntungan yang diraih Barca tak lepas dari kegagalan meraih gelar yang membuat klub tidak merogoh kocek kas untuk membayar bonus bagi Messi dkk. Selain itu, pembayaran pihak sponsor pun turut berperan.

No comments:
Post a Comment