Manchester City
Kegembiraan striker Manchester City Carlos Tevez setelah mencetak gol ke
gawang Southampton di laga perdana EPL di Etihad Stadium, 19 Agustus
2012. City unggul 3-2.
SportPoin, Manchester: Gol yang dicetak striker asal
Argentina, Carlos Tevez, sepuluh menit jelang pertandingan usai—berkat
hadiah blunder Martin Skrtel—menyelamatkan Manchester City dari
kekalahan saat melakoni laga lanjutan premiership di pekan kedua yang
berlangsung di Anfield Stadium, markasnya Liverpool, Minggu (26/8)
siang. Gol Tevez yang keseratus bersama The Citizens di semua ajang kompetisi.
Gol ke gawang Pepe Reina itu pun menandai kembali bersinarnya mantan bomber Manchester United berusia 28 tahun itu. Itulah gol ketiga yang dibukukan Tevez dalam tiga pertandingan pertama City di musim ini. Sebelumnya, Tevez berhasil mencetak gol ke gawang Chelsea di ajang FA Community Shield, 12 Agustus lalu. Sayang, City kalah 2-3.
Di partai perdana premiership pekan lalu, 19 Agustus, Tevez mencetak gol balasan saat City tertinggal 0-1 dari Southampton. Ditambah gol Edin Dzeko dan Samir Nasri, City lolos dari kekalahan dan akhirnya unggul tipis 3-2.
Di musim lalu, Tevez sempat menjadi “desertir”, menolak bermain saat City bertanding melawan Bayern Muenchen di ajang Liga Champions, September 2011. Setelah gagal dipinang AC Milan, akhirnya Tevez meminta maaf dan “diampuni” manajer Roberto Mancini. Tevez pun kembali tampil bersama City saat laga lawan The Blues, 21 Maret 2012.
Nah, ternyata ada rahasia di balik kembali bersinarnya ketajaman Tevez di depan gawang lawan. Adalah gelandang City asal Belanda, Nigel De Jong yang mengungkap faktor berat badan sebagai modal awal bagi Tevez untuk kembali membuktikan kemampuannya sebagai goal-getter.
Menurut De Jong, sejak liburan musim panas, Tevez berupaya keras untuk menurunkan berat badannya. Hasilnya, lemak dalam perut Tevez seberat 15 pon atau sekitar 7 kg susut. Rekan-rekan setim menyadari dengan berkurangnya “gundukan” lemak di perut Tevez. Melihat performanya saat ini, City pun berharap Tevez dapat menjaga berat badannya sebagai upaya mempertahankan raihan golnya.
“Sekarang, Carlos (Tevez) tampak kurusan. Sebelumnya, perutnya kelihatan buncit, tapi saat ini sudah hilang. Selalu susah untuk merebut bola dari kakinya. Tapi, saya lebih memilih Tevez kurus ketimbang gendut. Namun, jika ia tetap menunjukkan kehebatannya di depan gawang lawan, soal itu tak akan jadi persoalan. Andaikata ia terus mampu mempertahankan rekor golnya, maka kehadirannya tentu saja dapat membantu tim sampai akhir musim” ujar De Jong.

0 comments:
Post a Comment