Wednesday, August 8, 2012

Meksiko Kandaskan Mimpi Jepang

Semifinal Sepakbola Olimpiade 2012
Pemain tengah Meksiko, Javier Cortes (7), melakukan selebrasi bersama rekan-rekannya setelah berhasil menciptakan gol ketiga ke gawang Jepang, dalam laga semi-final Sepakbola Putera Olimpiade London 2012 pada 7 Agustus 2012.






SportPoin, London: Harapan Tim Sepakbola Putera Jepang untuk melangkah ke final Olimpiade 2012 akhirnya buyar, setelah dikalahkan Meksiko dengan skor 3-1 (1-1), dalam gelaran semi-final yang dihelatkan di Wembley Stadium, London, pada Selasa (7/8) sore waktu setempat. Jepang yang awalnya tampil impresif dan disiplin dalam menghadapi El Tricolor, julukan untuk Meksiko, berhasil memimpin di menit-menit awal babak pertama. Akan tetapi, Meksiko yang bermain sabar dan taktis akhirnya berhasil memberikan perlawanan dan membalikan keadaan.

Hasil ini akhirnya membuat Tim Putera Jepang hanya bisa berharap untuk mendapatkan medali perunggu. Namun, Jepang harus menunggu lawannya, tim yang kalah dari pertandingan semifinal lainnya antara Korea Selatan dan Brasil. Besar kemungkinan, di babak pamungkas yang akan dilangsungkan di Wembley Stadium, 11 Agustus, Meksiko bertemu dengan Tim Samba.

Di babak pertama, Tim Samurai Blue, julukan untuk Jepang, yang diarsiteki oleh Takashi Sekizuka, berhasil memberikan permainan yang memukau dan kerap membuat lini pertahanan Meksiko keteteran untuk menjaga pergerakan pemain Jepang, seperti peluang dari Hiroshi Kiyotake di menit ke-5, yang berhasil melepaskan sebuah tendangan keras kearah gawang Meksiko, yang dikawal oleh Jose Corona, yang untungnya berhasil ditepis oleh kiper berusia 31 tahun ini. Tujuh menit berselang, Jepang akhirnya mendapat secercah harapan untuk berlaga ke final, setelah Yuki Otsu berhasil menciptakan sebuah gol yang terlahir melalui tendangan kerasnya dari kotak penalti.

Sementara Meksiko yang tak patah arang terus berusaha mengejar ketertinggalannya. Namun, bukalah hal yang mudah untuk Giovani Dos Santos dan kawan-kawannya untuk membongkar lini pertahan Jepang. Untuk itu, butuh waktu 23 menit bagi Meksiko untuk menyamakan kedudukan. Adalah pemain tengah Meksiko kelahiran 21 Juli 1989, Marco Fabian, yang menjadi pengawal malapetaka untuk Jepang, setelah Fabian berhasil menceploskan bola ke dalam gawang Jepang yang dijaga oleh Shuichi Gonda, setelah menyundul bola hasil umpan dari tendangan sudut di sektor kiri pertahanan Jepang, dan merubah skor 1-1 yang bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, kedua tim yang sama-sama memiliki keinginan besar untuk melaju ke babak final bermain ngotot. Kedua tim berhasil menghibur penonton dengan jual beli serangan yang berlangsung seru. Akan tetapi, Jepang yang tampaknya terkejut setelah Meksiko berhasil menyamakan kedudukan, tampak mulai kehilangan konsentrasi. Hal ini akhirnya dimanfaatkan oleh pemain Meksiko yang hasilnya berujung gol dan membuat Meksiko unggul satu gol, melalui sebuah tendangan indah dan terukur dari kaki pemain senior Meksiko berusia 28 tahun, Oribe Peralta, di mana bola dari tendangan Peralta yang mengarah ke sisi kiri gawang tidak mampu dijangkau oleh Gonda.

Belum cukup sampai di sana, Meksiko yang seakan-akan ingin memastikan kemenangannya berhasil menambah satu gol lagi melalui aksi individu, Javier Cortes, di menit tambahan waktu. Skor 3-1 pun akhirnya bertahan hingga wasit asal Italia, Gianluca Rocchi, meniup peluit panjang tanda pertandingan usai.

No comments:

Post a Comment