Barcelona
Gelandang Barcelona Xavi Hernandez menjadi penentu kemenangan 2-0 atas
Valencia pada leg kedua semifinal Copa del Rey di Nou Camp, 8 Februari
2012. Barca unggul agregat 3-1.
SportPoin, Barcelona: Tak berlebihan kiranya jika
gelandang sekaligus pengatur irama permainan Barcelona saat ini, Xavi
Hernandez, didaulat sebagai salah satu legenda dalam persepakbolaan
Spanyol. Betapa tidak. Andaikata Los Blaugrana berhasil meraih
trofi Piala Super Spanyol 2012 melawan Real Madrid, maka itulah gelar
ke-25 bagi Xavi, di level klub dan internasional, sepanjang kariernya di
lapangan hijau.
Jebolan akademi La Masia pada 1997, Xavi mulai dipanggil masuk dalam tim inti Barca di awal musim 1998-1999. Setahun kemudian, cedera yang menghampiri Pep Guardiola menjadi blessing in disguise bagi pemain kelahiran Terrassa, 25 Januari 1980 itu. Sejak Guardiola absen, Xavi menjadi pemain inti Los Blaugrana.
Keputusan Xavi menampik pinangan AC Milan di musim panas 2004 menjadi salah satu tonggak kariernya mengingat saat itu Barca berada dalam kondisi yang sulit, paceklik gelar dalam lima tahun. Kedatangan Ronaldinho dan Frank Rijkaard mengubah nasib Barca dan Xavi. Gelar La Liga kembali dibawa ke Camp Nou.
Yang paling fenomenal adalah keberhasilan Xavi dkk di bawah arahan Guardiola di musim 2008-2009 saat Barca merebut enam gelar alias sextuple, yaitu La Liga, Copa del Rey, Supercopa de Espana alias Piala Super Spanyol, Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub FIFA.
Total jenderal, sampai saat ini, Xavi telah merengkuh 24 trofi. Dari ke-24 trofi tersebut, empat di antaranya diraihnya saat bermain bersama La Furia Roja, yaitu gelar Piala Dunia 2010, dua gelar Piala Eropa (2008 dan 2012), dan Piala Dunia Yunior 1999.
Sementara, sisanya 20 gelar terdiri dari dua gelar di ajang Piala Dunia Antarklub FIFA (2009 dan 2011), tiga gelar Liga Champions (2005-2006, 2008-2009, dan 2010-2011), dua trofi Piala Super Eropa (2009 dan2011), enam gelar La Liga (1998-1999, 2004-2005, 2005-2006, 2008-2009, 2009-2010, dan 2010-2011), dua gelar Copa del Rey (2008-2009 dan 2011-2012), dan lima trofi Piala Super Spanyol (2005, 2006, 2009, 2010, dan 2011).
Jadi, andaikata dalam dua leg final Piala Super Spanyol 2012 menghadapi musuh bebuyutan Real Madrid, Barcelona kembali tampil sebagai juara, maka Xavi akan merebut gelarnya yang ke-25. Rekor yang sangat sulit untuk disamai pesepakbola profesional modern di Spanyol. Menengok ke luar, hanya legenda MU Ryan Giggs yang menggondol jumlah gelar yang lebih banyak dibanding Xavi, yaitu 33 gelar. Sayang, Giggs tak pernah berprestasi di kancah internasional (timnas).

No comments:
Post a Comment