Wednesday, January 16, 2013

Kesempatan Terakhir Drogba di Piala Afrika

Piala Afrika 2013
SportPoin, Lagos: Didier Drogba berharap mampu memimpin Pantai Gading menjuarai Piala Afrika untuk keduakalinya di Afrika Selatan. Mantan penyerang Chelsea itu yakin dapat menjadi nomor satu di ajang tersebut karena komposisi pemain Pantai Gading sangat komplet.

"Kami memiliki tim yang mampu melakukan hal-hal hebat di Piala Afrika 2013. Memenangi trofi itu sekarang akan menjadi hal hebat. Kami berjuang bersama, semua orang memberikan upaya terbaik dan itu membantu kami untuk menang," kata Drogba.

"Dan sekarang semua orang mengharapkan trofi. Kami berharap dapat memberi piala kepada negara kami," katanya. Drogba menginspirasi Tim Gajah untuk mencapai final Piala Afrika 2006 saat menghadapi Mesir. Ia kembali menjadi instrumen penting saat negaranya melaju ke final Piala Afrika 2012 melawan Zambia.

Namun pada dua kesempatan itu, Drogba gagal memberikan kemenangan, di mana kegagalan tahun lalu merupakan yang paling mengecewakan. Sepakan penalti dua kali peraih penghargaan Pemain Terbaik Afrika itu gagal berbuah gol pada waktu reguler melawan Zambia.

Drogba menjadi ujung tombak generasi emas negaranya seperti Yaya dan Kolo Toure, Didier Zokora, dan Emmanuel Eboue. Sekarang, pada usia 34 tahun, turnamen di Afrika Selatan kemungkinan besar akan menjadi kesempatan terakhir bagi Drogba.

Penyerang bertubuh besar ini berharap dapat memahkotainya dengan gelar juara. Pantai Gading akan kembali menjadi favorit di turnamen ini seperti yang mereka alami sejak 2006, ketika mereka lolos untuk pertama kalinya di Piala Dunia.

Pantai Gading bukan hanya Dorgba. Pemain-pemain lain tidak bisa diabaikan seperti Gervinho (Arsenal), Arouna Kone (Wigan), dan Salomon Kalou (Lille). Namun harapan segenap negeri tetap saja disandarkan kepada Drogba.

0 comments:

Post a Comment