Piala FA
SportPoin, London: Kejutan terus terjadi di putaran
ke-4 Piala FA. Klub-klub papan atas di Liga Premier berguguran dan
bertekuk lutut pada klub-klub kecil yang bahkan namanya pun nyaris tak
terdengar sama sekali. Yang terakhir, Liverpool yang terjungkal dibabat
klub Oldham Athletic. Liverpool yang merupakan juara 7 kali Piala FA
itu, Senin (28/1/13) dinihari takluk, 3-2. Drama tragis tak hanya dialami Liverpool. Sebelumnya, Tottenham Hotspur juga tunduk 2-1 di kaki Leeds United. Padahal, manajer Tottenham Andre Villas-Boas telah menurunkan pemain-pemain topnya seperti Gareth Bale dan Aaron Lennon. Memang striker utamanya, Jermain Defoe tak diturunkan.
Siapa lagi yang menjadi korban?
Aston Villa yang pernah menjadi juara Piala Champions. Villa takluk di kaki Millwall, 2-1, Jumat (25/1/13). The Villans sebelumnya, Selasa (22/1/13) mengalahkan klub divisi 4 Bradford City. Tapi Bradford beruntung bisa meraih tiket final Piala Liga Capital One karena menang agregat gol.
Prestasi paling tinggi dialami MK Dons yang justru bukan termasuk klub liga. Inilah pertamakalinya dalam 24 tahun sejarahnya bisa mengalahkan klub Liga Premier Queens Park Rangers dengan skor sangat meyakinkan, 4-2. Bos QPR, Harry Redknapp jelas kecewa dan ketar-ketir dengan kondisi tersebut. Bukan hanya karena bahaya sedang mengancam karena akan terdegradasi tapi juga karena keok dari klub 'antah berantah'.
Klub non-liga lainnya, Luton Town juga luar biasa. Bagaimana tidak, penghuni papan bawah klasemen sementara Liga Premier Norwich City bisa takluk, 1-0 di Carrow Road. Padahal, Luton berada di posisi 85 tingkat jauhnya dari posisi Norwich.
Klub tangguh Arsenal saja nyaris kandas oleh klub Brighton & Hove Albion. Untunglah, Theo Walcott berhasil menjadi penyelamat bagi muka The Gunners hingga laga berakhir 3-2. Chelsea juga beruntung. Klub Brentford nyaris membuat The Blues malu luar biasa. Hasil akhir Chelsea versus Brentfor berakhir imbang 2-2.
Itulah sepakbola. Semua bisa terjadi di lapangan hijau. Kejutan demi kejutan ini makin ramai akibat berbagai analisis yang dimuat pers sepakbola Inggris. Namun umumnya semua sependapat yang terjadi sebenarnya adalah cerminan dari keyakinan lama bahwa 'semuanya bisa terjadi' di alam sepakbola Liga Inggris.
Kini tinggal klub-klub besar meratapi kekalahan memalukan mereka, dan mungkin menunjukkan reaksi keras seperti yang terjadi pada manajer Liverpoll, Brendan Rogers. Setelah kekalahan yang menyedihkan dari Oldham di putaran empat Piala FA, Rodgers menyalahkan para pemain yang disebutnya mengecewakan.
"Kami datang ke sini dengan kondisi segar dan jelas kami sangat kecewa. Selamat untuk Oldham," kata Rodgers.
Ucapan selamat yang getir itu tampaknya terpaksa pula dilontarkan empat klub Liga Primer lain yang juga jadi korban, dan kini publik bola melihat apakah tren ini masih akan berlanjut dalam putaran berikutnya.
No comments:
Post a Comment