Friday, January 18, 2013

Tiga "Musuh" Guardiola di Mata Schuster

Bayern Muenchen
SportPoin, Madrid: Pada Rabu (16/1/13) kemarin, di laman resminya, Bayern Muenchen memberi konfirmasi pengangkatan mantan pelatih Barcelona, Pep Guardiola, sebagai pelatih klub yang baru di musim depan menggantikan Jupp Heynckes yang akan pensiun setelah kontrak kerjanya di Allianz Arena berakhir pada Juni mendatang. Guardiola meneken kontrak berdurasi tiga musim atau sampai Juni 2016.

Keputusan Muenchen tersebut disambut baik sejumlah kalangan, utamanya publik dan media massa di Jerman dan Spanyol. Akan tetapi, tak sedikit yang meragukan Guardiola bakal menuai kesuksesan seperti yang pernah ditunjukkannya saat menangani Los Blaugrana selama empat musim. Misalnya, pelatih Ajax Amsterdam, Frank de Boer.

Kali ini, suara sumbang juga terdengar dari mulut mantan pelatih dua klub di Ibu Kota Spanyol, Real Madrid dan Atletico Madrid, Bernd Schuster. Mantan jenderal lapangan tengah Der Panser ini sejatinya menyambut baik keputusan Muenchen mendaulat Guardiola sebagai pelatih yang baru bagi Philipp Lahm dkk. “Kabar yang sangat baik bagi persepakbolaan Jerman ketika Guardiola berlabuh bersama Bayern,” ujar Schuster.

Meski demikian, Schuster memberi aba-aba peringatan bagi Guardiola. Dalam wawancaranya dengan Radioestadio on Onda Cerola, Schuster menilai terdapat tiga sosok yang bakal jadi kendala atau rintangan bagi Guardiola saat menunaikan tugasnya sebagai pelatih FC Hollywood.

"Satu hal yang bisa menjadi kesulitan bagi Guardiola adalah saat berurusan dengan sosok yang berada di atasnya. Saya berbicara tentang Matthias Sammer yang menjabat Direktur Sport, lalu Karl-Heinz Rummenige sebagai Wakil Presiden Klub, dan Uli Hoeness yang menjadi Presiden Klub. Itu belum termasuk Franz Beckenbauer. Sangat sulit berurusan dengan mereka mengingat ketiganya mempunyai pandangan yang mungkin berbeda dengan visi Guardiola,” tegas Schuster.

Setelah gantung sepatu, Schuster memulai kiprahnya sebagai pelatih dengan menukangi Fortuna Koln di muim 1997-1998. Namun, karier Schuster dalam menangani klub terbilang minim dari kesuksesan. Setelah mengantarkan Getafe sebagai finalis Copa del Rey 2006-2007 yang mengantarkannya meraih penghargaan Pelatih Terbaik La Liga, setahun kemudian Schuster—Pemain Asing Terbaik di La Liga 1985 dan 1991—membawa Los Blancos menjuarai La Liga. Terakhir, pada 15 Maret 2011 Schuster mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih Besiktas.

No comments:

Post a Comment