Maradonna
SportPoin, Napoli: Legenda sepakbola Argentina,
Diego Maradona mengakhiri masa dua dekade pengasingan dari Italia pada
Senin (25/2/13). Mantan bintang Napoli tiu tiba di Roma Fiumicino
Airport dengan mengenakan jaket hitam, baju hitam, dan kacamata hitam.
Mantan bintang Napoli itu tidak pernah lagi melangkahkan kaki di Negeri Pizza sejak tahun 1990 ketika dia harus pergi di bawah bayang-bayang kolusinya dengan bos mafia serta positif saat ditest narkotika. Pihak berwenang Italia mengklaim Maradonna berutang kepada negara jutaan euro untuk pajak yang belum dibayar.
Mantan bintang Napoli itu tidak pernah lagi melangkahkan kaki di Negeri Pizza sejak tahun 1990 ketika dia harus pergi di bawah bayang-bayang kolusinya dengan bos mafia serta positif saat ditest narkotika. Pihak berwenang Italia mengklaim Maradonna berutang kepada negara jutaan euro untuk pajak yang belum dibayar.
Kedatangan Maradonna disambut puluhan penggemarnya. Banyak dari mereka berteriak "Selamat datang kembali!". Maradona hadir untuk menonton mantan klubnya, Napoli bertanding melawan Udinese. Ia juga dijadwalkan memberikan konferensi, di mana ia diharapkan berbicara tentang masalah pajaknya.
Maradona dihukum pada 2005 dan ia diperintahkan untuk membayar 37,2 juta euro, termasuk 23,5 juta euro bunga untuk keterlambatan pembayaran. Pengacaranya mengklaim bahwa otoritas Italia telah membersihkan utangnya sehingga memungkinkan dia untuk kembali ke negara itu. Tapi otoritas pajak membantah klaim tersebut.
Atas masalah pajaknya itu, Maradona mengatakan kalau dirinya bukan penipu. "Saya bukan penipu pajak. Saya bermain sepakbola dan orang lain menandatangani untuk saya," kata Maradona pada tahun lalu.
"Saya tidak takut untuk kembali ke Italia karena saya tidak pernah menandatangani apapun. Orang-orang yang benar-benar bertanggung jawab dapat bebas berjalan-jalan dengan tenang di Naples sementara saya tidak bisa. Itu tidak adil. Saya ingin kembali ke Italia sebagai seorang pria karena saya tidak pernah mencuri apapun dari siapa pun," tandasnya.

No comments:
Post a Comment