Jelang Madrid vs MU
SportPoin, Manchester: Untuk kedua kalinya dalam
satu dekade terakhir, Manchester United akan kembali berhadapan dengan
klub raksasa Spanyol, Real Madrid, di ajang Liga Champions. Menjelang
pertemuan di babak 16 besar yang akan berlangsung dua leg,
pertama di Santiago Bernabeu pada Rabu (13/2/13), dan kedua di Old
Trafford, 3 Maret mendatang, bek kawakan Setan Merah Rio Ferdinand
kembali menerawang hasil pahit yang dialami timnya saat berhadapan
dengan Los Blancos di babak perempat final musim 2002-2003.
Dari skuat yang dimiliki Si Alex Ferguson di musim ini, hanya tiga pemain yang menjadi saksi kekalahan “tragis tapi terhormat” yang dialami MU dari Madrid 10 tahun yang lalu. Selain Ferdinand, dua pemain lainnya adalah Paul Scholes dan Ryan Giggs. Saat itu, MU berhasil menang 4-3 di leg kedua di Old Trafford. Sayang, hasil itu tak cukup bagi MU untuk melaju ke babak semifinal karena kalah agregat 5-6 menyusul kekalahan 1-3 di leg pertama yang digelar di Bernabeu.
Kemenangan 4-3 MU ditandai dengan hat-trick terkenal yang diciptakan mantan bintang Madrid yang mempunyai nama seperti bintang Los Blancos saat ini, Cristiano Ronaldo, yaitu mantan striker Brasil, Ronaldo Luiz Nazaria de Lima. “Jujur saja, saat itu mereka mempermainkan kami. Lalu, Ronaldo mencetak hat-trick. Saya kira seharusnya kiper kami (Fabien Barthez) dapat bereaksi lebih baik. Beruntung, meski akhirnya kalah, malam itu Becks (David Beckham) tampil gemilang dengan mencetak dua gol,” ujar Ferdinand mengomentari kekalahan timnya dari Galacticos asuhan Vicente del Bosque.
Disinggung tentang memori pahit di Old Trafford tersebut, Ferdinand menunjuk sosok Raul Gonzalez, mantan kapten Madrid, sebagai pemain yang paling cerdas dan paling sulit untuk dihentikan. “Raul susah banget untuk dikuntit. Saat itu, ialah pemain paling cerdas yang pernah saya hadapi,” puji Ferdinand.

0 comments:
Post a Comment