Fernando Lorente
SportPoin, Bilbao: Bagi suporter Athletic
Bilbao, Fernando Llorente adalah "Raja". Llorente, 27 tahun, adalah
produk akademi Lezama milik Bilbao yang juga menjadi ikon klub asal
Basque itu. Dua final musim lalu (Piala Raja dan Liga Eropa) tak
terlepas dari peran penyerang jangkung itu.
Tapi itu cerita lama.
Sang pemain kini sudah berganti kostum. Klub asal Italia, Juventus,
memiliki Llorente sejak Februari 2012. Ia meninggalkan Los Leones
dengan paruh musim yang tak mengenakkan. Llorente hanya mencetak dua
gol dalam 20 laga di seberang garis permusuhan pers dan suporter.
Di Juve, tantangan Llorente adalah mengembalikan performa yang sempat turun di paruh pertama musim ini. Kepada AS, Llorente mengungkapkan cinta matinya untuk Bilbao, target bersama Juve, serta impian kembali ke La Furia Roja. Berikut petikannya:
Apa kabar?
Baik. Saya ingin membantu Athletic hingga akhir, karena mereka tidak mau menjual saya. Saya memberikan apa yang saya bisa.
Apakah mental Anda membaik dengan masa depan baru?
Ya,
itu memberikan saya beberapa jaminan. Namun, perjalanan saya tetap
tidak mudah. Banyak orang yang sudah bersama dan mencintai saya. Tetapi
ada hal lain yang lebih besar yang menginginkan saya pergi secepat
mungkin.
Tinggal dalam situasi seperti itu dalam waktu yang lama
sangat sulit. Saya berusaha melakukan jalan yang terbaik untuk Athletic.
Tapi tampaknya belum ada yang baik bagi saya. Saya berharap itu tidak
terjadi lagi. Sangat sulit bagi setiap orang tetapi saya berharap Anda
memahami posisi saya.
Apakah waktu akan mengobati luka Anda?
Saya
harap begitu. Saya tidak ingin mengenang kepergian saya. Namun saya
berpikir saya sudah melakukan hal yang salah, meskipun banyak orang yang
sudah berpikir salah tentang saya.
Apakah perubahan akan mengembalikan performa Anda?
Saya rasa saya belum. Saya hanya mengikuti kata hati saja.
Valdes (kiper Barcelona) juga merasakan hal yang sama dengan Anda, tetapi semuanya berjalan baik-baik saja?
Ya, orang memberikan tepuk tangan untuk menunjukkan penghormatan terhadapnya.
Presiden Bilbao meminta Anda tetap profesional sampai akhir karier?
Saya
sudah 17 tahun berada di klub (Bilbao), dan tak seorang pun yang
mengkritik profesionalisme saya. Saya tetap sama dan sekarang saya tak
akan berubah. Tak ada keraguan. Seperti yang mereka lakukan dengan
menyembuhkan cedera lutut saya, selalu begitu.
Mengapa Juve baru mendapat kesepakatan di akhir Januari?
Juve selalu menutup pintu untuk negosiasi apapun. Agen saya menawarkan saya dan Athletic menolak untuk mendengarkan.
Akhir yang emosional memengaruhi kondisi fisik Anda. Apakah Anda akan kembali bermain tahun ini?
Tentu.
Kecuali kalau saya tidak menginginkannya. Saya pernah mengalami situasi
di mana saya sangat tidak nyaman. Sangat menyakitkan ketika Anda
memiliki beberapa kerabat, walaupun mereka akrab dan mengerti Anda, tapi
mereka membuat ribut dengan kritik. Itu memengaruhi saya secara
emosional, tentu saja, tetapi secara fisik, sebelum saya "sakit"
semuanya baik-baik saja. Tetapi saya jarang bermain, sesuatu yang tidak
saya inginkan.
Bagaimana rasanya mendapat tepuk tangan penghormatan di Bernabeu?
Itu memuaskan. Itu menandakan saya tidak akan melakukan hal yang buruk. Di luar sana, semuanya lebih jernih.
Transfer Anda dengan Juve selesai di akhir-akhir (bursa transfer musim dingin). Juve dituduh terlalu pelit?
Bagi
saya semuanya sudah jelas. Athletic adalah klub seumur hidup saya. Tapi
saya pergi ke tim terbaik di Italia, salah satu yang terbaik di dunia
dan Eropa. Sukses di Juve adalah impian, tantangan menarik untuk saya.
Apakah Anda masih ingat hari saat Anda memutuskan pergi?
Sangat
sulit membuat keputusan. Negosiasi berjalan dengan cara yang tidak saya
inginkan. Saat saya sedang menimbang-nimbang, saya mendapat tekanan
dari media lokal dan orang-orang menyalahkan saya. Itu sesuatu yang
tidak saya sukai. Saya selalu berada di depan orang-orang yang menentang
saya, sekali pun di momen terbaik.
Ketika saya melakukan debut
untuk tim nasional Spanyol, mereka tidak menyembunyikan impian untuk
saya. Saya bernyanyi inilah "Llorente si Orang Spanyol". Alih-alih
mendapatkan cinta, saya malah ditekan. Ketika saya meraih Liga Eropa di
San Mames, saya berada di lingkungan yang tidak biasa, saya dimusuhi.
Itu mendorong saya untuk mengambil keputusan. Saat itu saya sadar saya
harus pergi.
Dalam wawancara dengan Canal Plus sembilan bulan lalu, Anda memuji (Marcelo) Bielsa. Apakah itu bohong?
Tidak,
saya tidak berbohong. Saya merasakan apa yang saya lihat. Saya banyak
belajar dari seorang pelatih yang membuat saya tumbuh sebagai seorang
pemain. Saya akan mengambil sisi positifnya, meskipun kami berbeda.
Apa yang bisa publik harapkan dalam empat bulan ke depan?
Saya
akan melakukan apa yang saya bisa untuk membantu rekan setim. Untuk
Athletic, saya berharap mereka tidak berkompromi hingga akhir musim.
Athletic harus melihat tahun terbaik mereka dan berharap akan ada
kebangkitan. Saya melihat pertandingan Athletic melawan Valladolid dan
saya melihat kehebatan Athletic. Mereka menunjukkan karakter untuk
menyelesaikan masalah dan terus meraih kemenangan.
Pada
pertandingan pertama musim ini, Athletic menang di San Mames. Setelah
itu, mereka akan pergi ke Valencia, Real Sociedad, Real Madrid, dan
Barcelona. Bagaimana pendapat Anda?
Ya, Kami harus
percaya pada diri sendiri dan kembali ke San Mames untuk membuat benteng
atas semua penderitaan yang bakal datang. Itu adalah tujuan terdekat.
Kami akan lihat dalam beberapa laga ke depan untuk mengukur kesempatan
ke Eropa.
Menurut Anda, apa yang menguatkan mereka?
Kami
selalu memiliki persatuan di ruang ganti. Itu adalah hal yang baik
untuk klub, kami adalah kelompok yang solid dan kami semua berteman.
Apakah Anda akan kembali dan menikmati stadion baru Athletic di masa depan?
Tentu.
Saya 17 tahun di sana dan Athletic akan selalu menjadi tim saya.
Walaupun saya sekarang dilihat dalam "garis hitam", pada akhirnya saya
akan baik-baik saja dan cinta akan datang lagi. Kostum saya selalu
Athletic, saya akan merasa aneh bermain di klub Spanyol lainnya melawan
mereka.
Mengapa Juve?
Saya mendapat tawaran
dari banyak klub, tapi Juve adalah proyek yang bagus. Juve berani
bertaruh terhadap saya dari awal dan saya tertarik. Saya selalu
menikmati semangat kompetitif tim Italia. Juve adalah klub terbesar dan
ideal untuk memenangkan Liga Champions, gelar yang sangat saya inginkan.
Bisakah
Anda menjadi juara Italia bersama Juventus, dengan kisah baru yang
belum ditemukan, dengan permainan seperti sebuah "sarung tangan"?
Juve
adalah sebuah klub pemenang dengan target banyak gelar dalam beberapa
tahun yang akan datang. Saya melihat itu di sana dan itu adalah masa
depan yang saya harapkan dengan cara bermain mereka. Tetapi saya belum
memikirkan itu karena saya masih fokus terhadap Athletic.
Mereka belum memiliki penyerang khusus yang menjadi pencetak gol terbanyak?
Saya
tertarik untuk memikirkan itu. Tapi ada banyak pemain yang mencetak
gol, memiliki banyak pendukung, dan itu bagus. Saya bermain dan saya
bisa memberikan mereka gol.
Apa yang sedang Anda pelajari bulan ini?
Dalam
sepakbola, ada hal yang bisa berubah kapan saja. Kita harus bersiap
untuk apa yang akan kita lakukan dan berusaha untuk menguatkan mental.
Sangat sulit membuat mental stabil.
Apakah Anda dalam perawatan?
Terkadang,
saat Anda berpikir Anda sehat padahal tidak. Tubuh dan kepala sangat
berhubungan. Saya berpikir saya akan menendang tapi saya sadar saya
tidak bisa. Apa yang Anda makan berhubungan dengan apa yang Anda derita.
Saya rasa pemikiran itu akan membantu saya di masa depan ketika saya
berada di masa sulit.
Pernahkah Anda merasa tidak nyaman saat berjalan ke luar rumah?
Ya, saya mengalami saat-saat sulit. Saya mengisolasi diri dan menghabiskan waktu bersama keluarga.
Anda juga disalahkan pers?
Saya
mendapatkan banyak dukungan dari pers nasional, itu harus saya
klarifikasi. Tetapi, beberapa media lokal terus memukul saya setiap
hari. Dan itu adalah salah satu hal yang membuat saya ingin pergi. Saya
mengambil keputusan secara tenang dan tidak terkotori kekasaran yang
saya baca (di media).
Semua itu berdampak pada hal lain, misalnya tim nasional?
Ya,
itu sangat menyakitkan. Bagi saya, sangat penting berada di sana dan
saat ini saya kehilangan itu. Saya ingin bermain baik di Juventus dan
kembali ke tim nasional untuk Piala Dunia 2014. Itu adalah tantangan
saya saat ini.

No comments:
Post a Comment