Manchester City
Carlos Tevez dkk merayakan gelar juara FA Cup setelah mengalahkan Stoke
City 1-0 pada partai final di Wembley Stadium, 14 Mei 2011.
SportPoin, Manchester: Semenjak diakuisisi oleh
taipan minyak asal Timur Tengah, Sheikh Mansour bin Zayed bin Sultan Al
Nahyan, Manchester City bak kebanjiran uang dan langsung memenuhi Etihad
Stadium dengan beberapa pemain kelas dunia. Di mulai dari tahun 2008,
kala Sheikh Mansour mengambil alih City dari tangan mantan Perdana
Menteri Thailand, Takhsin Sinawatra.
Mulai dari tahun 2008, City yang dibeli oleh raja minyak asal Abu Dhabi dengan uang sebesar �200 juta, diperkirakan telah mengeluarkan uang sebesar kurang lebih �830 juta atau sekitar Rp13 triliun. Jumlah dari dana tersebut keluar kantong sang raja minyak, yakni sebesar � 565,1 juta, sedang dana yang keluar dari manajemen klub sebesar �365,3 juta. Untuk musim lalu saja, City telah mengelontorkan dana sebesar �53,6 juta untuk pembelian pemain baru. Namun pengeluaran ini dapat ditutupi oleh cairnya uang dari sponsor baru mereka, Etihad Airways, sebesar �400 juta.
Semenjak berada dalam kuasa Sheikh Mansour, City secara sporadis langsung menjadi salah satu kekuatan yang dominan dalam bursa transfer di Benua Biru, terutama di musim 2008-2009. Namun, masalah muncul karena pengeluaran tersebut bertentangan dengan regulasi baru break-even requirment yang di keluarkan oleh UEFA, karena dana yang dikeluarkan City lebih besar dari pendapatan mereka. Di tiga tahun pertama Shiekh Mansour memimpin, City telah menghabiskan dana sebesar �266 juta hanya untuk pembelian pemain, �390 juta untuk gaji para pemain, yang berbanding terbalik dengan pendapatannya, yakni hanya sebesar �365,3 juta. Dan, apabila City dapat menjuarai Liga Premier Inggris di musim ini, maka bisa dikatakan menjadi titel termahal yang pernah didapat oleh sebuah klub di Liga Premier Inggris.
0 comments:
Post a Comment