Swansea City
Swansea: Ulang tahun yang ke-39 Brendan Rodgers pada Kamis (26/1) kemarin terasa lain. Bertepatan dengan hari bahagia itu, Rodgers mendapat kado manis dari manajemen Swansea City, klub yang menunjuknya sebagai manajer klub pada 16 Juli 2010. Kado yang dimaksud adalah proposal perpanjangan kontrak berdurasi tiga musim atau akan berakhir pada 30 Juni 2015.
Bagi manajer yang lain, adalah hal biasa menerima kontrak panjang dari klub yang menunjuknya sebagai pemegang tongkat kepelatihan tim. Namun, bagi Rodgers, proposal yang disodorkan Chairman Klub Huw Jenkins itu punya makna yang berbeda. Sebab, dalam kontrak berjalan, Rodgers hanya meneken rolling contract selama 12 bulan.
Kebijakan The Swans menyodorkan proposal kontrak baru tersebut tak lepas dari impresifnya penampilan Garry Monk dkk di musim pertamanya berkiprah di Liga Premier Inggris. Dari 22 partai yang telah dilalui, Swansea sementara menempati peringkat ke-13 dengan jumlah 26 poin atau unggul bersih delapan (8) angka dari zona degradasi. Mengingat tren 40 poin sebagai limit bertahan di premiership, Swansea diperkirakan mampu mempertahankan statusnya di akhir musim.
Rodgers mengakui jika secara prinsip ia dan Jenkins telah meraih kesepakatan terkait kontrak barunya itu. “Saya berbicara dengan Chairman pada hari ini (Kamis, 26/1). Secara prinsip kami telah meraih kesepakatan. Yang kami butuhkan hanyalah menerjemahkannya dalam bentuk kertas kerja, dipresentasikan di akhir pekan dan secepatnya diteken. Fantastis rasanya,” ujar Rodgers bangga.
Setelah meninggalkan Reading, Rodgers menerima tawaran dari Jenkins untuk menangani Swansea di musim lalu yang masih berkiprah di divisi championship. Dalam semusim prestasi Rodgers terbilang gemilang dengan mengantarkan The Swans lolos ke babak play-off promosi. Kemenangan 4-2 dari Reading pada 30 Mei 2011 menjadi tiket untuk Swansea bertanding melawan klub elite Inggris.
“Sangat jelas bagi saya jika keberadaan saya disini dibutuhkan. Jadi, tidak banyak yang kami bicarakan. Saya sendiri merasa bangga untuk meneruskan proyek di sini. Tugas utama saya adalah menjadikan Swansea sebagai klub yang terus bertahan di Liga Premier. Itulah tantangannya,” tegas Rodgers.
Swansea: Ulang tahun yang ke-39 Brendan Rodgers pada Kamis (26/1) kemarin terasa lain. Bertepatan dengan hari bahagia itu, Rodgers mendapat kado manis dari manajemen Swansea City, klub yang menunjuknya sebagai manajer klub pada 16 Juli 2010. Kado yang dimaksud adalah proposal perpanjangan kontrak berdurasi tiga musim atau akan berakhir pada 30 Juni 2015.
Bagi manajer yang lain, adalah hal biasa menerima kontrak panjang dari klub yang menunjuknya sebagai pemegang tongkat kepelatihan tim. Namun, bagi Rodgers, proposal yang disodorkan Chairman Klub Huw Jenkins itu punya makna yang berbeda. Sebab, dalam kontrak berjalan, Rodgers hanya meneken rolling contract selama 12 bulan.
Kebijakan The Swans menyodorkan proposal kontrak baru tersebut tak lepas dari impresifnya penampilan Garry Monk dkk di musim pertamanya berkiprah di Liga Premier Inggris. Dari 22 partai yang telah dilalui, Swansea sementara menempati peringkat ke-13 dengan jumlah 26 poin atau unggul bersih delapan (8) angka dari zona degradasi. Mengingat tren 40 poin sebagai limit bertahan di premiership, Swansea diperkirakan mampu mempertahankan statusnya di akhir musim.
Rodgers mengakui jika secara prinsip ia dan Jenkins telah meraih kesepakatan terkait kontrak barunya itu. “Saya berbicara dengan Chairman pada hari ini (Kamis, 26/1). Secara prinsip kami telah meraih kesepakatan. Yang kami butuhkan hanyalah menerjemahkannya dalam bentuk kertas kerja, dipresentasikan di akhir pekan dan secepatnya diteken. Fantastis rasanya,” ujar Rodgers bangga.
Setelah meninggalkan Reading, Rodgers menerima tawaran dari Jenkins untuk menangani Swansea di musim lalu yang masih berkiprah di divisi championship. Dalam semusim prestasi Rodgers terbilang gemilang dengan mengantarkan The Swans lolos ke babak play-off promosi. Kemenangan 4-2 dari Reading pada 30 Mei 2011 menjadi tiket untuk Swansea bertanding melawan klub elite Inggris.
“Sangat jelas bagi saya jika keberadaan saya disini dibutuhkan. Jadi, tidak banyak yang kami bicarakan. Saya sendiri merasa bangga untuk meneruskan proyek di sini. Tugas utama saya adalah menjadikan Swansea sebagai klub yang terus bertahan di Liga Premier. Itulah tantangannya,” tegas Rodgers.
0 comments:
Post a Comment