Blackburn Rovers
Aksi Christopher Samba bersama Blackburn Rovers
Blackburn: Pekan lalu, mantan kapten Blackburn Rovers Christopher Samba mengirimkan permohonan resmi kepada klub untuk dijual di bursa transfer Januari. Sikap mbalelo kali kedua yang dilakukan mantan palang pintu Timnas Kongo itu dalam dua musim terakhir. Sebelumnya, pada 26 Desember 2010, Samba juga mendeklarasikan keinginannya hengkang dari Ewood Park. Hal yang membuat Samba diganjar hukuman berupa pencopotan ban kapten dari lengannya.
Sejauh ini, baik manajer Rovers Steve Kean dan owner klub Venky’s Indian Limited sama-sama menolak keras keinginan Samba yang pada 2 Februari 2011 justru menandatangani perpanjangan kontraknya selama empat setengah musim. Sikap yang membuat Samba kecewa berat dan terpaksa harus berlatih bersama tim cadangan. Samba tak ingin mengganggu keutuhan tim inti mengingat dirinya mengaku sulit untuk kembali menampilkan permainan terbaiknya bersama Rovers.
Karenanya, Samba tetap ngotot meminta klub menjualnya di sisa waktu bursa transfer musim dingin. Sebab, “Jika satu pasangan sudah tidak saling membutuhkan maka perceraian adalah solusinya. Itulah yang harus dilakukan saya dan Blackburn,” tegas Samba. “Jika mereka tetap meminta saya tinggal maka saya tidak dapat memberikan yang terbaik lagi bagi klub,” imbuhnya.
Di mata Samba, perceraian adalah satu-satunya jalan untuk mengatasi kisruh antara dirinya dan klub. “Satu-satunya jalan keluar dari masalah ini adalah mereka membiarkan saya pergi. Sangat sulity bagi saya untuk kembali bermain. Saya sudah berada di garis akhir. Saya tidak akan mengubah keputusan yang telah saya ucapkan,” tandas mantan bek Hertha Berlin berusia 27 tahun itu.
Samba menunjuk ingkar janji yang dilakukan klub sebagai faktor utama di balik keinginannya untuk hengkang. Janji itu—merekrut sejumlah pemain bintang demi mendongkrak kapabilitas dan imej klub—diucapkan owner sebelum Samba meneken kontrak baru. Namun, di kemudian hari, Samba mendapati jika klub hanya mengumbar janji belaka.
“Saya meneken kontrak baru pada Januari lalu tepat di akhir bursa transfer. Sebab, saat itu Venky’s mengatakan bahwa mereka mempunyai rencana besar dalam memboyong sejumlah pemain bintang. Di antaranya Ronaldinho. Mereka pun berjanji bakal menggelontorkan dana dalam jumlah yang besar untuk merombak skuad. Ternyata, itu hanya omong kosong belaka. Karenanya, saya putuskan saya tidak bisa tinggal lebih lama lagi. Saya ingin bermain bersama klub yang mempunyai ambisi dan mau berkembang,” terang Samba.
Di mata Samba, manajemen Rovers sengaja ingin mendulang keuntungan yang sangat tinggi di bursa transfer. Pasalnya, Rovers disebut-sebut telah menetapkan bandrol 15 juta pound sebagai mahar yang harus dibayar Arsenal, Tottenham Hotspur, dan Queens Park Rangers (QPR), tiga klub yang disebut-sebut berminat pada Samba.
“Saya bukanlah pemain yang pantas dibandroli 15 juta pound. Blackburn membeli saya dari Hertha Berlin (25 Januari 2007) dengan fee hanya 400 ribu pound. Jadi, jika mereka menjual saya dengan nilai 7 juta pound pun sebenarnya mereka telah meraup keuntungan yang sangat besar,” ujar Samba yang mengaku tidak mempunyai masalah personal dengan manajer Kean.
Aksi Christopher Samba bersama Blackburn Rovers
Blackburn: Pekan lalu, mantan kapten Blackburn Rovers Christopher Samba mengirimkan permohonan resmi kepada klub untuk dijual di bursa transfer Januari. Sikap mbalelo kali kedua yang dilakukan mantan palang pintu Timnas Kongo itu dalam dua musim terakhir. Sebelumnya, pada 26 Desember 2010, Samba juga mendeklarasikan keinginannya hengkang dari Ewood Park. Hal yang membuat Samba diganjar hukuman berupa pencopotan ban kapten dari lengannya.
Sejauh ini, baik manajer Rovers Steve Kean dan owner klub Venky’s Indian Limited sama-sama menolak keras keinginan Samba yang pada 2 Februari 2011 justru menandatangani perpanjangan kontraknya selama empat setengah musim. Sikap yang membuat Samba kecewa berat dan terpaksa harus berlatih bersama tim cadangan. Samba tak ingin mengganggu keutuhan tim inti mengingat dirinya mengaku sulit untuk kembali menampilkan permainan terbaiknya bersama Rovers.
Karenanya, Samba tetap ngotot meminta klub menjualnya di sisa waktu bursa transfer musim dingin. Sebab, “Jika satu pasangan sudah tidak saling membutuhkan maka perceraian adalah solusinya. Itulah yang harus dilakukan saya dan Blackburn,” tegas Samba. “Jika mereka tetap meminta saya tinggal maka saya tidak dapat memberikan yang terbaik lagi bagi klub,” imbuhnya.
Di mata Samba, perceraian adalah satu-satunya jalan untuk mengatasi kisruh antara dirinya dan klub. “Satu-satunya jalan keluar dari masalah ini adalah mereka membiarkan saya pergi. Sangat sulity bagi saya untuk kembali bermain. Saya sudah berada di garis akhir. Saya tidak akan mengubah keputusan yang telah saya ucapkan,” tandas mantan bek Hertha Berlin berusia 27 tahun itu.
Samba menunjuk ingkar janji yang dilakukan klub sebagai faktor utama di balik keinginannya untuk hengkang. Janji itu—merekrut sejumlah pemain bintang demi mendongkrak kapabilitas dan imej klub—diucapkan owner sebelum Samba meneken kontrak baru. Namun, di kemudian hari, Samba mendapati jika klub hanya mengumbar janji belaka.
“Saya meneken kontrak baru pada Januari lalu tepat di akhir bursa transfer. Sebab, saat itu Venky’s mengatakan bahwa mereka mempunyai rencana besar dalam memboyong sejumlah pemain bintang. Di antaranya Ronaldinho. Mereka pun berjanji bakal menggelontorkan dana dalam jumlah yang besar untuk merombak skuad. Ternyata, itu hanya omong kosong belaka. Karenanya, saya putuskan saya tidak bisa tinggal lebih lama lagi. Saya ingin bermain bersama klub yang mempunyai ambisi dan mau berkembang,” terang Samba.
Di mata Samba, manajemen Rovers sengaja ingin mendulang keuntungan yang sangat tinggi di bursa transfer. Pasalnya, Rovers disebut-sebut telah menetapkan bandrol 15 juta pound sebagai mahar yang harus dibayar Arsenal, Tottenham Hotspur, dan Queens Park Rangers (QPR), tiga klub yang disebut-sebut berminat pada Samba.
“Saya bukanlah pemain yang pantas dibandroli 15 juta pound. Blackburn membeli saya dari Hertha Berlin (25 Januari 2007) dengan fee hanya 400 ribu pound. Jadi, jika mereka menjual saya dengan nilai 7 juta pound pun sebenarnya mereka telah meraup keuntungan yang sangat besar,” ujar Samba yang mengaku tidak mempunyai masalah personal dengan manajer Kean.
0 comments:
Post a Comment