Sunday, February 26, 2012

Pelatih: Ghana Dihancurkan "Ilmu Hitam"

Timnas Ghana
Accra: Pelatih Timnas Ghana Goran Stevanovic mengklaim, beberapa pemainnya memanfaatkan “ilmu hitam” di Piala Afrika lalu. Ironisnya, kata Stevanovic, Jumat (24/2), guna-guna itu digunakan untuk menyerang rekan setim.

Tuduhan mencengangkan dari Stevanovic bermula dari kecurigaannya setelah The Black Stars, julukan Timnas Ghana, di luar dugaan dikalahkan Zambia di babak semifinal. Kata Stevanovic, terdapat jurang perpecahan yang cukup dalam di antara pemain saat tampil pada kejuaraan yang berlangsung Gabon dan Guinea Khatulistiwa tersebut.

“Kami semua perlu membantu merubah mentalitas para pemain mengenai penggunaan ilmu hitam yang bisa merusak mereka. Selain dari pada itu, kita juga perlu menegakkan disiplin dan menghormati sesama,” kata Stevanovic.

Dalam laporannya ke Komite Eksekutif Asosiasi Sepakbola Ghana (GFA), Stevanovic menambahkan, setelah dikalahkan Zambia, para pemain saling tuduh. “Saya banyak belajar mengenai sepakbola di Afrika dan juga sikap para pemain Ghana di dalam maupun di luar lapangan,” kata dia.

Anggota Timnas Ghana di Piala Afrika 1992, Sarfo Gyamfi mengatakan, ilmu hitam selalu terjadi dan adalah hal yang wajar jika dimanfaatkan para pemain Afrika. Tapi, kata dia, biasanya digunakan untuk melindungi diri sendiri dan atau mencari keberuntungan agar bisa mengalahkan lawan.

“Saya tidak pernah mendengar situasi dimana pemain menggunakannya untuk menyerang rekan setim. Situasi tersebut sangat buruk,” kata Gyamfi.

Meskipun dari luar tampak kompak namun baik Stevanovic dan Presiden GFA Kwesi Nyantakyi sepakat bahwa pada kenyataannya ketika berlaga di Piala Afrika 2012 terjadi perpecahan dalam skuat Ghana. “Selama kompetisi kami memantau beberapa pemain lebih mencari popularitas pribadi dan itu merusak tim. Kami juga menerima komplain dari sejumlah pemain senior bahwa beberapa pemain yunior tidak tahu hormat,” kata Nyantakyi.

0 comments:

Post a Comment