Liverpool
Selebrasi striker Liverpool asal Uruguay Luis Suarez usai menjebol
gawang Stoke City di putaran keempat Carling Cup di Britannia Stadium,
Stoke-on-Trent, 26 Oktober 2011.
SportPoin, Liverpool: Kompetisi musim 2012-2013
belumlah dimulai, Liverpool sudah menabuh genderang perang kepada klub
musuh bebuyutannya, Manchester United. Adalah striker The Reds asal Uruguay Luis Suarez yang memicu “peperangan” di antara kedua klub tersohor di ranah Inggris tersebut.
Hal itu tak merupakan buntut dari dijatuhkannya skorsing yang sangat
berat bagi Suarez yang diklaim bersalah melakukan tindak rasisme
terhadap bek MU asal Prancis Patrice Evra. Saat itu, menyusul insiden
kedua pemain yang terjadi di laga lanjutan premiership yang berlangsung
di Anfield Stadium, 15 Oktober 2011, enam hari kemudian FA bereaksi .
Hampir dua bulan berselang, barulah FA memutuskan sanksi yang sangat
berat bagi Suarez yaitu larangan tampil dalam delapan pertandingan dan
denda sebesar 40 ribu pound. Menurut Suarez, saat-saat menjalani persidangan merupakan momen yang traumatis bagi dirinya dan juga keluarganya.
“Sangat sulit menyikapi apa yang terjadi pada saya. Saya tidak
menunjukkan emosi saat berada di lapangan. Tapi, Anda tahu, di luar itu
saya bereaksi. Saya menangis hebat dengan semua tudingan terkait Evra
itu. Masa persidangan begitu sulit untuk dijalani. Saya dan istri
menangis sepanjang pekan. Itulah saat-saat dimana saya baru menyadari
sosok mana yang benar-benar mendukung saya dan mana yang berada dekat
dengan saya hanya demi kepentingan mereka sendiri,” ujar Suarez kepada
stasiun televisi Uruguay, RR Gol.
Lebih jauh, ini yang menarik, Suarez menuding jika keputusan berat yang ditetapkan FA tak bisa dilepaskan dari kekuatan politik The Red Devils
yang dikenal sebagai klub elite di kancah Liga Premier. “Orang-orang
di klub (Liverpool) sangat yakin jika hal itu merupakan cara dari United
untuk mendepak saya keluar dari tim dan menghentikan Liverpool. Tapi,
di Inggris, United mempunyai kekuatan politik. Anda harus menghormatinya
dan tutup mulut,” tegas Suarez.
“Saya harus pergi menghadiri persidangan di Manchester dengan naik
taksi. Saya bangun pukul tujuh pagi dan baru pulang ke rumah pada jam
sembilan malam. Tenaga saya benar-benar terkuras dan kelelahan. Saat itu
saya ingin menangis dan menendang apa saja yang berada di dekat saya.
Tapi, begitu sampai di rumah, saya tidak dapat melakukannya, sebab ada
putri saya. Hari-hari yang begitu sulit dan tambah sulit ketika hukuman
itu dikeluarkan,” tandas Suarez.
Setelah terbebas dari hukuman, Suarez kembali bertemu Setan Merah di laga big-match yang digelar di Old Trafford, 11 Februari 2012. Publik pun ramai mengomentari apakah menjelang kick-off Suarez bakal bersalaman dengan Evra (Baca: Akankah Evra dan Suarez Berjabat Tangan?).
Pasalnya, sebelum laga dimulai, Suarez telah berjanji kepada Liverpool
bahwasanya ia akan menjabat tangan Evra. Namun, apa yang terjadi? Suarez
ingkar janji. Liverpool pun murka.
Apa alasan Suarez? “Sebelum laga lawan United, saya telah berjanji pada
istri saya, manajer dan direktur klub bahwa saya akan berjabat tangan
dengan Evra. Lalu, mengapa saya tidak melakukannya? Sebab, saya pikir,
saya tidak punya masalah dengannya. Saya dihukum karena Evra. Tapi, saya
tidak ada masalah dengan berjabat tangan. Namun, saya tidak dipaksa
untuk menyalaminya.”
“Faktanya, ada peluang jika para pemain United atau Liverpool tidak
berjabat tangan, seperti yang terjadi di laga Queens Park Rangers dan
Chelsea. Jadi, saya pikir mengapa tidak itu saya lakukan mengingat
hukuman telah saya jalani. Saya tidak punya masalah dengan Evra.
Lagipula, itu hanya jabat tangan semata. Tapi, saya pikir saat itu ada
kesalahpahaman antara saya dan Evra. Thus, saya pikir hal itu pun sudah direkayasa sebelumnya, seperti halnya yang terjadi dengan hukuman saya,” tandas Suarez.
Lebih jauh, Suarez mengklaim jika Evra-lah yang ogah untuk
berjabat tangan dengannya. “Media Inggris menayangkan momen ketika saya
berlalu di depannya. Tapi, mereka tidak melihat jika ia (Evra)
menurunkan tangannya. Hanya media di Uruguay dan Spanyol yang menyajikan
tayangan itu dimana saya memang berniat untuk menjabat tangannya,”
kilah Suarez.

0 comments:
Post a Comment