Arsenal
London: Sekali lagi tentang Arsenal. Menyikapi keterpurukan klub yang gagal meraih satu gelar pun dalam tujuh tahun terakhir, The Gunners
berencana menggeser posisi manajer tim Arsene Wenger yang akan
diproyeksikan menjadi salah satu direktur klub. Sebagai gantinya,
Arsenal menimbang pelatih Barcelona, Josep “Pep” Guardiola.
Kekalahan 0-2 dari Sunderland di putaran kelima FA Cup dan dihancurkan AC Milan 0-4 di ajang Liga Champions kian membuat Wenger kian tertekan. Publik menilai pekan ini merupakan pekan terburuk sepanjang 16 tahun Wenger menangani Arsenal. Menurut sumber, berkembang opini dalam dewan direksi klub yang intinya mulai meragukan kapasitas dan kapabilitas Wenger.
Kekalahan 0-2 dari Sunderland di putaran kelima FA Cup dan dihancurkan AC Milan 0-4 di ajang Liga Champions kian membuat Wenger kian tertekan. Publik menilai pekan ini merupakan pekan terburuk sepanjang 16 tahun Wenger menangani Arsenal. Menurut sumber, berkembang opini dalam dewan direksi klub yang intinya mulai meragukan kapasitas dan kapabilitas Wenger.
Karenanya, The Gunners mulai menimbang untuk menggeser Wenger dengan Guardiola. Kebetulan, kontrak kerja Guardiola bersama Barcelona belum direvisi. Guardiola yang memang meneken kontrak pendek selama semusim belum memutuskan menandatangani perpanjangan kontraknya di Nou Camp. Dalam arti, masa depan Guardiola belum dapat dipastikan.
“Saya tidak mungkin bergabung bersama klub yang penuh dengan tuntutan tanpa kepastian saya mempunyai kekuatan (kemampuan) untuk melakukannya,” ujar Guardiola ketika ditanya tentang kontrak barunya itu.
Lebih jauh, Guardiola berkilah jika benaknya belum mempunyai kepastian terkait masa depannya bersama Los Blaugrana. “Ketika saya memutuskan kepastian, tentunya klub bakal mengetahuinya. Untuk meneken kontrak baru, saya harus bisa merasakannya. Sejauh ini, kami telah bersama selama empat tahun. Jadi, keputusan itu perlu ditimbang secara masak-masak,” tegas Guardiola.
Yang menarik, dengan rapor yang begitu gemilang, mengantarkan Barca menjadi raja La Liga dan Liga Champions, timbul pertanyaan, sudikah Guardiola, 41 tahun, mau menangani klub yang dalam tujuh tahun terakhir dijauhi gelar dan trofi? Situasinya bakal tambah pelik andaikata di akhir musim Arsenal gagal meraih posisi empat besar alias tiket Liga Champions.

0 comments:
Post a Comment