Chelsea
Ekspresi pelatih Turki Guus Hiddink di laga lanjutan kualifikasi Euro
2012 Grup A melawan Belgia di King Baudouin Stadium, Brussels,
London: Tak ada habisnya desas-desus tentang Chelsea
dan Andre Villas-Boas. Pasalnya, manajer muda asal Portugal tersebut
dianggap belum mampu mengantarkan The Blues bersaing dengan
klub-klub elite Liga Premier lainnya, semisal Manchester City,
Manchester United, Tottenham Hotspur, dan Arsenal.
Penampilan buruk yang ditunjukkan Frank Lampard dkk dalam 10 pertandingan terakhir—hanya meraih dua kali kemenangan—diklaim menjadi bukti ketidakbecusan mantan asisten Jose Mourinho tersebut. Posisi klub pun mulai tersingkir dari zona empat besar. Melihat persaingan yang begitu ketat, sejumlah pemain sangat cemas jika di akhir musim Chelsea benar-benar memble, tak mampu meraih tiket Liga Champions dan satu gelar pun!
Karenanya, sejumlah pemain senior Chelsea dikabarkan telah kehilangan kepercayaannya kepada Villas-Boas. Itulah sebabnya, mereka meminta pemilik klub Roman Abramovich untuk kembali memanggil manajer kawakan asal Belanda Guus Hiddink. Dalam benak sejumlah pemain, Hiddink merupakan satu-satunya sosok manajer yang mampu memutarbalikkan peruntungan Chelsea.
Tiga tahun lalu, tepatnya 11 Februari 2009, Chelsea memberi konfirmasi rekrutmen Hiddink, kini berusia 65 tahun, sebagai caretaker tim mengisi posisi yang ditinggalkan Luiz Felipe Scolari. Saat itu, kondisi Chelsea pun sedang terpuruk. Namun, berkat tangan dingin Hiddink, nasib Chelsea berubah 180 derajat.
Lampard dkk mampu melaju ke semifinal Liga Champions—gagal melaju ke final hanya kalah agregat dari Barcelona lewat gol telat Andres Iniesta di Stamford Bridge—dan meraih gelar FA Cup dengan menundukkan Everton di babak pamungkas. Di akhir musim, Chelsea yang hanya menderita satu kali kekalahan di bawah Hiddink—ditundukkan Spurs 0-1—bertengger di peringkat tiga besar.
Yang menarik, saat ini status Hiddink benar-benar bebas alias pengangguran usai menanggalkan jabatannya sebagai pelatih Timnas Turki pada November lalu menyusul kegagalan di kualifikasi Piala Eropa 2012. Sejauh ini, agen Hiddink, Cees van Nieuwenhuizen menolak memberi konfirmasi apakah kliennya tertarik untuk kembali menangani Chelsea. Alasannya, Hiddink berpinsip tak mau “mengganggu” manajer incumbent Villas-Boas.
Akankah Abramovich kembali berpaling pada Hiddink? Entahlah. Yang pasti, sejak era Abramovich (2003), rekor Chelsea di bawah arahan Villas-Boas, menjadi yang terburuk, hanya mampu meraih 48 persen kemenangan di ajang premiership. Berbanding kontras dengan Hiddink. Selama tiga bulan jadi caretaker, Hiddink menoreh rekor 85 persen kemenangan.

0 comments:
Post a Comment