Jelang Arsenal vs Milan
London: Di atas kertas, adalah misi yang mustahil alias mission impossible bagi Arsenal untuk mengejar defisit empat gol dari AC Milan saat keduanya bertemu di leg
kedua babak 16 besar Liga Champions yang berlangsung di Emirates
Stadium, Selasa (6/3) besok malam atau Rabu (7/3) dinihari WIB.
Berkaca pada pengalaman, mimpi buruk Rossoneri yang telah unggul jauh di babak knock-out baru terjadi di musim 2003-2004. Ketika itu di leg pertama babak perempat final yang berlangsung di San Siro, 23 Maret 2004, Milan mencukur Deportivo La Coruna 4-1. Andrea Pirlo dkk pun kian dekat meraih tiket semifinal.
Lalu? Yang terjadi, di leg kedua yang berlangsung di Estadio Riazor, 7 April 2004, terjadi keajaiban. La Coruna dengan meyakinkan unggul 3-0 sampai babak pertama berakhir. Gol dari Fran Gonzalez di menit ke-76 mengantarkan kemenangan telak 4-0 bagi La Coruna. Unggul agregat 5-4 La Coruna pun melaju ke semifinal.
Bagi Arsene Wenger, sepakbola tidak mengenal kemustahilan. Karenanya, Wenger yang mencap kekalahan 0-4 dari Milan di leg pertama sebagai “bencana”, sangat yakin jika peluang Arsenal masih ada.
Keyakinan Wenger kian terbit menyusul penampilan bintang lima yang disuguhkan The Gunners saat membekap Tottenham Hotspur 5-2. Kinerja apik Robin van Persie di laga Liverpool turut mengobarkan semangat Wenger. Lagipula, ini yang paling penting, enam kemenangan yang diraih Arsenal dari 19 partai kandang di ajang Liga Champions berakhir dengan marjin empat gol.
“Saya suka statistik tersebut,” ujar Wenger. “Kami dapat mencetak gol dan mempunyai keuntungan saat memainkan permainan kami sendiri. Kami harus dapat meraih kemenangan sebab kami dapat mengubah hasil tersebut. Jika kami bermain seperti di laga lawan Spurs, maka tidak ada hal fatal yang akan terjadi. Kami akan terus bermain menyerang,” tegas Wenger.
“Kami akan tampil habis-habisan demi meraih kemenangan. Kami tahu kami tidak didukung statistik. Tapi, Anda dapat menyadari jika satu kondisi itu benar-benar mustahil ketika Anda tidak mengetahui bahwa hal itu justru mustahil,” tandas Wenger.

0 comments:
Post a Comment