Manchester City
Manchester: Sepanjang kariernya di bawah mistar gawang,
selain menjadi kiper andalan Manchester United selama sewindu,
1991-1999, legenda sepakbola Denmark Peter Schmeichel juga sempat
memperkuat klub rival sekota Setan Merah, Manchester City, selama
semusim, 2002-2003. Karenanya menarik juga mendengarkan opini penjaga
gawang yang lima kali terpilih sebagai kiper terbaik UEFA itu terkait
ketatnya persaingan antara The Red Devils dan The Citizens di panggung Liga Premier musim ini.
Seperti diketahui, dengan 12 partai sisa, City unggul dua angka dari United. Penampilan pasukan Roberto Mancini pun tampak kian stabil dengan meraih kemenangan di lima laga terakhir di semua ajang kompetisi, tiga di antaranya di premiership. Namun, Schmeichel menilai jika menjelang akhir musim, City bakal tampil gugup dan menyerahkan posisi puncak klasemen kepada klub rivalnya itu. Artinya, MU bakal menuai rekor baru, 20 kali juara Liga Premier.
“Saya menilai apa yang telah ditunjukkan City sejauh ini sungguh luar biasa. Namun, belakangan justru saya melihat mereka agak kendor. Buktinya, beberapa kali mereka hanya menang dengan skor 1-0 (lawan Sunderland, Wigan Athletic, Everton, dan Aston Villa). Kemenangan yang sangat tipis. Itu pertanda performa mereka telah mendekati akhir,” ujar kiper berpostur 193 cm itu.
Di mata penjaga gawang terbaik dunia versi IFFHS (1992 dan 1993) itu, faktor pengalaman bakal sangat menentukan hasil akhir. Itulah sebabnya, Schmeichel lebih mengunggulkan Setan Merah dan meramalkan jika City bakal tergelincir.
“United (MU) telah berada dalam posisi (persaingan) seperti ini beberapa kali sebelumnya. Kami tahu dampak dari hasil setiap pertandingan dan kekalahan. Namun, kami juga tahu bahwa segala sesuatunya (kepastian gelar juara) tidak akan didapat sampai kompetisi usai. Yang jadi pertanyaan, apakah City tahu dan berpengalaman merasakan persaingan itu sebelumnya?” tegas Schmeichel.
Lebih lanjut, Schmeichel yang menjadi penentu kemenangan Tim Dinamit di Euro 1992 dan berperan penting bagi kesuksesan MU saat meraih treble winners pada 1999 memprediksi tekanan bagi Mancini dan City bakal kian bertambah. “Memasuki Maret dan April, tekanan kian bertambah. Sebab, setiap tim terus memburu Anda. Siapa yang menduga 20 tahun lalu jika Manchester bisa tampil seperti ini,” imbuhnya.
Terakhir, Schmeichel menunjuk sosok Joe Hart sebagai salah satu elemen kunci keberhasilan City di musim ini. “Salah satu alasan mengapa City bisa memuncaki klasemen adalah berkat Joe (Hart),” puji Schmeichel. Lalu, bagaimana dengan kiper nomor satu MU, David de Gea? “Ia mampu melewati kritikan pedas dengan melakukan sejumlah penyelamatan yang gemilang. Saya tak ragu jika suatu saat ia akan menjadi kiper yang luar biasa.”

0 comments:
Post a Comment