Juventus
SportPoin, Turin: Juventus identik dengan Alessandro Del Piero. Tengoklah buku catatan rekor La Vecchia Signora.
Tak kurang dari 10 rekor berada dalam genggaman striker yang kini
berusia 37 tahun itu. Mulai dari top skorer klub sepanjang sejarah
dengan perolehan 289 gol sampai jumlah penampilan terbanyak di semua
ajang kompetisi, 700 partai. Dalam 19 musimnya tinggal di Turin, Del
Piero telah mengantarkan Bianconeri merebut 15 gelar, lima kali scudetto Serie A, gelar Liga Champions sampai trofi Intercontinental Cup.
Lalu, mengapa Del Piero mengklaim jika musim ini, 2011-2012, merupakan
momen paling sulit sepanjang kariernya bersama Juve? Dalam wawancaranya
dengan majalah Vanity Fair edisi Italia yang rencananya dirilis
pada Rabu (18/4) besok, Del Piero blak-blakan mengungkapkan kesedihan
hatinya dan mengklaim jika dirinya dipaksa meninggalkan Si Nyonya Tua,
“rumah” yang ditempatinya selama 19 tahun sejak musim 1993-1994.
Del Piero mengakui jika dirinya yang bertekad tetap merumput di lapangan
hijau sampai usia 40 tahun berniat menghabiskan kariernya bersama Juve.
“Itulah yang saya impikan. Pengalaman selama 20 tahun (bersama Juve)
penuh dengan emosi, beberapa di antaranya merupakan momen luar biasa dan
yang lainnya sulit untuk diterima. Sensasional rasanya ketika saya
mampu membukukan hampir semua rekor Bianconeri. Namun, kini segalanya
telah berubah.”
“Musim ini menjadi musim paling sulit sepanjang hidup saya. Sebab, saya
berhadapan dengan realita yang tak pernah saya ketahui sebelumnya. Tidak
ada seorang pun yang berpikir jika mereka pantas mendapat pengecualian.
Meskipun saya selalu berpikir jika pemain lain mendapat kesempatan
tampil lebih baik maka itu disebabkan mereka pantas mendapatkannya, hal
itu tidak berarti bahwasanya saya menyerah untuk bersaing mendapatkan
tempat (di tim inti).”
Seperti diketahui, pada 18 Oktober 2011, dalam acara pertemuan tahunan
pemegang saham klub, Presiden Juve Andre Agnelli memberi konfirmasi jika
klub tidak akan memperpanjang kontrak kerja Del Piero yang akan
kedaluarsa di pengujung musim ini. Keputusan yang membuat kapten reguler tim berjuluk Il Pinturicchio itu sangat terkejut.
“Pernyataan yang membuat saya sangat terkejut. Tapi, sebagai kapten,
saya tidak boleh melupakan kewajiban dan peranan yang harus dilakukan.
Juventus telah berbuat yang terbaik untuk mencoba memenangkan liga
(Serie A) dan Coppa Italia. Kami tidak butuh kontroversi, sesuatu yang
tidak pernah menjadi bagian dari karier saya,” tandas Del Piero yang
tercatat menjadi kapten Timnas Italia dalam tujuh pertandingan.
Lalu, kemana Del Piero akan mencari pelabuhan karier berikutnya? “Dari
30 Juni mendatang saya tidak lagi terikat kontrak. Saya tidak dapat
membayangkan masa depan saya. Perubahan ini terlalu besar dan membuat
saya sedikit ketakutan. Sebab, hengkang dari Juventus ibarat kembali
meninggalkan rumah. Tapi, saya akan tetap menjalani kehidupan
sebagaimana biasanya seperti yang saya lakukan saat masih kecil. Seperti
video game, bakal ada rintangan lain yang harus saya atasi,” pungkasnya lirih.

0 comments:
Post a Comment