Sunday, April 29, 2012

Sinyal Enrique Bertahan Musim Depan

AS Roma
AS Roma's Spanish coach Luis Enrique looks on before the Serie A football match between AC Milan and AS Roma at San Siro Stadium in Milan on March 24, 2012.






  
SportPoin, Roma: Di awal musim AS Roma digadang-gadang bakal menjadi kekuatan baru di ranah Italia seiring dengan datangnya pelatih muda bertalenta dari Barcelona, Luis Enrique. Para pendukung Giallorossi pun berharap kedatangan mantan pemain Real Madrid dan Barcelona itu bakal membawa perubahan signifikan dalam pola permainan yang dimainkan Francesco Totti dkk.

Namun, tak mudah bagi Enrique untuk menyulap Roma menjadi titisan Barca. Merekrut delapan pemain baru dengan bujet tak kurang dari 75 juta euro, tak cukup bagi Enrique untuk mengejewantahkan filosofi menyerangnya dalam semusim. Meski demikian, sejatinya performa Enrique tak buruk-buruk amat. Perlahan tapi pasti, pola permainan dari kaki ke kaki mulai dipahami Totti dkk. Hasilnya? Menyusul hasil imbang 2-2 dengan Napoli semalam, Roma hanya terpaut empat angka dari zona Liga Champions dan satu poin dari zona Europa League.

Karena itulah, meski rapor di musim ini naik-turun, General Manager Klub Franco Baldini memberikan indikasi tegas jika manajemen klub bakal mempertahankan keberadaan Enrique di musim depan. Sesuai dengan kontrak per 8 Juni 2011, pelatih berusia 41 tahun itu memang diikat kontrak selama dua musim atau berakhir pada 30 Juni 2013.

“Dalam banyak aspek, baik sebagai klub maupun tim,kami memang butuh perbaikan. Saya pikir Luis mempunyai kualitas yang luar biasa dan pantas mendapatkan waktu setahun lagi untuk memberi bukti. Terlepas dari kesulitan yang dihadapi, kami tetap yakin dengan proyek yang dikembangkannya. Di akhir musm kami akan mengevaluasi situasi dan kondisinya. Setiap orang bersikap positif dengan ide yang dikembangkannya, tidak hanya kami dan para pemain, tapi juga tim-tim lawan,” tegas Baldini.

Di mata Baldini, filosofi sepakbola yang diusung Enrique menjadi faktor utama bagi Roma saat menyelamatkan satu poin dari Napoli semalam. Sempat unggul lebih dahulu melalui Marquinho jelang babak pertama berakhir, Giallorossi justru tertinggal 1-2 lewat dua gol indah yang dicetak Juan Zuniga dan Edinson Cavani. Beruntung tiga menit sebelum laga usai, tembakan Fabio Simplicio menggetarkan gawang Morgan De Sanctis.

“Luis adalah pelatih kami dan masalah yang kami hadapi bukan terletak pada dirinya. Ia telah menunjukkan kemampuannya seiring dengan performa bagus tim di babak pertama. Tekanan publik sempat membuat tim tertinggal. Namun, kami mampu meresponnya dengan mencetak gol penyeimbang. Penampilan di laga itu membuktikan pelatih mempunyai gagasan dalam hal permainan yang mesti mendapat dukungan dari klub,” tandas Baldini. 

0 comments:

Post a Comment