Jelang Barca vs Chelsea
Senyum manajer Arsenal Arsene Wenger di seisi konferensi pers di San
Siro Stadium, 14 Februari 2012 jelang leg pertama 16 besar Liga
Champions melawan AC Milan.
SportPoin, London: Langkah Chelsea menuju babak
final Liga Champions untuk kedua kalinya sepanjang sejarah mendapat
dukungan dari Arsenal. Manajer The Gunners, Arsene Wenger,
menilai “jauh dari ketidakmungkinan” jika Chelsea berpeluang mengatasi
perlawanan Barcelona di fase semifinal. Seperti diketahui, di leg pertama The Blues unggul 1-0. Artinya, di leg
kedua yang akan berlangsung di Camp Nou, Selasa (24/4) besok malam atau
Rabu (25/4) dinihari WIB, Chelsea hanya butuh bermain imbang.
Menjelang laga krusial yang akan menentukan masa depan caretaker Roberto Di Matteo itu, Chelsea pun mendapat pelajaran berharga dari Real Madrid yang tampil gemilang dengan mempecundangi Lionel Messi dkk di laga El Clasico, Sabtu (21/4) lalu. Hasil yang praktis membuat Pep Guardiola melemparkan handuk putih alias menyerah dalam perburuan meraih gelar juara La Liga.
Lalu, kenapa Wenger berpendapat John Terry dkk punya peluang meloloskan diri ke partai puncak? Sebab, di mata Wenger, performa Messi dkk di musim ini berbeda (dalam konteks menurun) dibandingkan dengan di musim lalu.
“Barcelona yang kita lihat pada Rabu lalu (leg pertama di Stamford Bridge dimana Chelsea unggul 1-0) bukanlah Barcelona seperti di tahun sebelumnya. Sangat jauh dari tidak mungkin untuk lolos (di Camp Nou) mengingat Chelsea berada dalam posisi yang lebih baik ketimbang kami di musim lalu. Skor 1-0 adalah hasil yang fantastis,” ujar Wenger.
Wenger selalu dihantui kegagalan Arsenal di babak 16 besar musim lalu. Di leg pertama yang berlangsung di Emirates Stadium, Arsenal yang sempat tertinggal 0-1 mampu bangkit dan memenangkan pertandingan dengan skor 2-1. Di leg kedua, Arsenal berhasil menyamakan kedudukan 1-1 di menit ke-53 melalui gol bunuh diri Sergio Busquets. Gol Robin van Persie di menit ke-59 dianulir. Peluang Nicklas Bendtner di menit terakhir guna menjadikan skor 2-3—hasil yang bakal meloloskan Arsenal lewat keunggulan gol tandang—terbuang.
“Barca bakal mendominasi penguasaan bola sampai 70 persen. Tapi, apa artinya jika gagal mencetak gol. Jika itu terjadi, secara mental para pemain Barca bakal terpukul, hal mana saya lihat di musim lalu. Kami memang beruntung dengan gol tersebut (gol Busquets). Namu, tiba-tiba saya melihat mereka jadi gugup,” tegas Wenger.
Lebih lanjut, Wenger menunjuk faktor stamina yang menjadi keuntungan Chelsea. Menjelang laga besok, Di Matteo menyimpan hampir seluruh pemain intinya di laga lawan Arsenal. Sementara, di lain pihak, Pep Guardiola menurunkan seluruh pemain terbaiknya saat laga melawan Madrid. Selain itu, di mata Wenger, Messi saat ini tidak berada dalam kondisi terbaiknya.
“Saat ini (Lionel) Messi kelihatannya sedikit lelah. Meski demikian, ia tetap merupakan pemain yang paling berbahaya. Di laga Rabu Chelsea mampu memblok beberapa tendangan darinya (Messi). Namun, biasanya ia bisa melakukan hal lainnya. Artinya, ketajamannya berkurang dibanding musim lalu. Dan, jika Terry dkk tampil rapat dan solid seperti di Stamford Bridge, Chelsea jelang punya peluang,” pungkas Wenger.

0 comments:
Post a Comment