Friday, May 18, 2012

Abramovich Berharap Chelsea Kalah

Jelang Final Liga Champions
Pemilik Chelsea Roman Abramovich menyaksikan John Terry dkk dalam lanjutan Liga Premier kontra Burnley.








SportPoin, London: Pusat perhatian publik sepakbola Eropa bakal tertuju ke Allianz Arena, Sabtu (19/5) besok malam waktu setempat atau Minggu (20/5) dinihari WIB. Di stadion yang berkapasitas 66.000 tempat duduk itu, bakal digelar partai paling bergengsi di seantero Benua Biru, yaitu final Liga Champions antara “tuan rumah” Bayern Muenchen dan Chelsea.

Laga kali ini merupakan kesempatan emas kali kedua bagi The Blues, julukan Chelsea, untuk tampil sebagai kampiun di Eropa. Dalam kesempatan pertama, Frank Lampard dkk secara mengenaskan kalah dari Manchester United lewat adu penalti dalam babak final musim 2007-2008 yang berlangsung di Luzhniki Stadium, Moskow, 27 Mei 2009.

Di mata publik, bukan rahasia lagi jika owner Chelsea Roman Abramovich sangat mendambakan dapat meraih gelar Liga Champions. Karenanya, sangat diyakini jika Abramovich bakal gembira luar biasa jika Lampard dkk bakal jadi juara di Allianz Arena. Namun, tidak begitu halnya dengan opini legenda Belanda, Ruud Gullit.

Gullit, mantan jenderal lapangan tengah Oranje di dekade 1980-an, memulai kariernya sebagai pelatih dengan menangani Chelsea di awal musim 1996-1997. Salah satu pemain pertama yang direkrut Gullit adalah Roberto Di Matteo yang kini menjabat sebagai caretaker Chelsea. Setelah sukses mengantarkan gelar FA Cup 1997, Gullit justru dipecat pada Februari 1998 dan digantikan Gianluca Vialli.

Nah, adalah Gullit yang mengklaim jika diam-diam justru Abramovich berharap di laga final Liga Champions besok hari, Lampard dkk menuai kekalahan! Lo, bukannya Abramovich justru sangat mendambakan gelar tersebut? Gullit punya jawabannya.

Yaitu, sejatinya Abramovich telah mempunyai sosok manajer permanen yang akan didaulatnya di akhir musim sebagai pengganti Di Matteo. Dengan demikian, di mata Gullit, sosok pengganti Di Matteo justru bakal tertekan jika Di Matteo mampu meraih gelar Liga Champions.

“Saya pikir seseorang (manajer baru) telah menunggu (untuk diangkat). Tapi, apakah ia (manajer baru) itu masih menginginkan jabatan tersebut jika Chelsea sanggup meraih gelar Liga Champions?” tanya Gullit.

“Bahkan, apakah pelatih sekaliber Jose Mourinho mau datang dan menggantikan Robbie (Di Matteo) dengan kondisi ia pun belum tentu mampu menyamai prestasi yang dilakukan pendahulunya? Jika Robbie meraih gelar Liga Champions, maka manajer baru bakal mendapat tekanan yang luar biasa. Jadi, boleh jadi, sang pemilik klub tidak mau timnya menang di partai final,” tandas Gullit.

0 comments:

Post a Comment