Sunday, May 6, 2012

Chelsea Juara FA Cup

Final FA Cup
Chelsea's Ivorian striker Didier Drogba celebrates scoring their second goal during the FA Cup final football match between Liverpool and Chelsea at Wembley Stadium in London, England on May 5, 2012.






SportPoin, London: Lewat pertandingan ketat di 25 menit terakhir Chelsea tampil sebagai juara FA Cup musim 2011-2012 setelah dalam partai final yang berlangsung di Wembley Stadium, Sabtu (5/5)sore waktu setempat atau Minggu (6/5) dinihari WIB mengalahkan Liverpool 2-1 (1-0). Dua gol kemenangan The Blues dicetak Ramires di menit ke-11 dan Didier Drogba di menit ke-51, sementara gol balasan The Reds dihasilkan Andy Carroll di menit ke-64.

Dengan demikian, sepanjang sejarah Chelsea mengangkat trofi FA Cup sebanyak tujuh kali. Enam kali sebelumnya dicatat di musim 1969–1970, 1996–1997, 1999–2000, 2006–2007, 2008–2009, dan 2009–2010. Uniknya, kekalahan ini pun merupakan kekalahan untuk ketujuh kalinya bagi Liverpool di final FA Cup. Enam kekalahan sebelumnya terjadi di musim 1913-1914, 1949-1950, 1970-1971, 1976-1977, 1987-1988, dan 1995-1996.

Sejatinya, jalannya pertandingan di babak pertama tidak mencerminkan laga sebuah final. Selama kurang lebih 10 menit kedua tim tampak lesu dalam bertanding. Semenit kemudian, Chelsea unggul 1-0 melalui tendangan Ramires. Gol ini bermula dari kesalahan Jay Spearing yang gagal menghalau bola di daerah Chelsea. Bola kemudian jatuh di kaki Juan Mata yang segera menyodorkan umpan kepada Ramires. Berhasil melewati kawalan Jose Enrique, tendangan keras Ramires mengelabui kiper Pepe Reina. Meski sempat membentur kaki kiri Reina, bola tetap melaju ke dalam gawang. Dua menit kemudian, Liverpool nyaris menyamakan kedudukan andaikata sepakan Craig Bellamy di dalam kotak penalti gagal diblok Branislav Ivanovic.

Di babak kedua, Steven Gerrard dkk tampil lebih agresif guna mengejar ketinggalan. Namun, justru Chelsea yang memperbesar keunggulan di menit ke-51 melalui tendangan terarah Drogba yang mendapat umpan dari Frank Lampard. Bola yang melaju di antara kaki Martin Skrtel gagal dijangkau kiper Reina. Gol kedelapan Drogba di Wembley.

The Reds
terus berusaha mencetak gol balasan. Dua menit berselang, tendangan Luis Suarez dapat diblok kiper Petr Cech. Bos Liverpool Kenny Dalglish memasukkan Andy Carroll. Keputusan yang jitu. Di menit ke-64, Carroll memperkecil ketinggalan menjadi 1-2. Gol yang dicetak Carroll tak lepas dari kerja keras Stewart Downing yang memblok tembakan Jose Bosingwa. Bola jatuh di kaki Carroll. Setelah mengelabui John Terry, Carroll melepaskan tembakan keras lewat kaki kirinya yang menghujam bagian atas gawang tanpa dapat ditepis Cech.
Sejak itu, aroma partai final baru tercium. Liverpool kian semangat mengejar gol penyeimbang kedudukan. Di menit ke-69, tendangan spekulasi Gerrard masih melambung. Tiga menit kemudian, sepakan Suarez ditip Cech. Liverpool terus menggempur. Di menit ke-75, giliran Carroll yang membuang peluang menyusul sundulannya yang melambung.

Untuk menambah daya gedor lini depan timnya, Dalglish kemudian memasukkan Dirk Kuyt. Di menit ke-81, fans Liverpool bersorak melihat Carroll melakukan selebrasi. Mendapat umpan lambung dari Suarez, sundulan Carroll masih dapat ditepis kiper Cech dan membentur mistar. Bola dihalau Ivanovic. Carroll mengklaim bola hasil sundulannya telah melewati garis gawang. Namun, wasit Phil Dowd bergeming seiring dengan tidak adanya tanda-tanda dari hakim garis. Dari tayang ulang, sulit untuk dipastikan apakah bola telah sepenuhnya melewati garis gawang.

Di waktu sisa, upaya Liverpool mencetak gol kedua kandas. Skor 2-1 untuk Chelsea bertahan sampai peluit akhir berbunyi.

0 comments:

Post a Comment