Wednesday, May 16, 2012

Dalglish di Ujung Tanduk

Liverpool
Liverpool 's Scottish manager Kenny Dalglish arrives before the English Premier League football match between Liverpool and Arsenal at Anfield in Liverpool, north-west England on March 3, 2012.







SportPoin, Liverpool: Kencang terdengar masa depan manajer Liverpool Kenny Dalglish di Anfield Stadium sedang berada di ujung tanduk. Principal Owner John W Henry dan Chairman Klub, Tom Werner tak mau memberikan garansi bakal mempertahankan Dalglish di musim depan.

Bertempat di Boston, Selasa (15/5) kemarin, Dalglish yang ditemani asistennya Steve Clarke melakukan pembicaraan dengan Henry dan Werner. Seusai pertemuan, Dalglish kembali ke Inggris, sementara Clarke terlihat santai bareng Henry dan Werner menyaksikan laga baseball antara Boston Red Sox dan Seattle Mariners.

Namun, kontras dengan kabar sebelumnya, tidak ada pemecatan yang dilakukan owner terhadap Dalglish. Pun sebaliknya, legenda The Kop berusia 61 tahun itu enggan menyodorkan permohonan pengunduran dirinya.

Adalah rapor buruk The Reds di sepanjang musim ini yang menjadi penyebab Dalglish “sowan” ke Henry dan Werner, pemilik Fenway Sports Group (FSG), perusahaan yang menguasai saham Liverpool. Dalam pertemuan tersebut, Henry meminta penjelasan dari Dalglish seputar terpuruknya Steven Gerrard ke peringkat kedelapan klasemen akhir Liga Premier musim ini yang merupakan prestasi terburuk sejak musim 1993-1994.

Di awal musim, Henry sempat menegaskan jika pihaknya bakal sangat kecewa andaikata Liverpool gagal menempati peringkat empat besar mengingat FSG telah mengucurkan dana sebesar 120 juta pound sebagai investasi pemain baru. Meskipun mampu meraih gelar Piala Liga atau Carling Cup, trofi pertama dalam enam tahun terakhir, dan mencapai babak final FA Cup, musim depan merupakan musim ketiga kali secara berturut-turut Liverpool gagal bertanding di kompetisi Eropa.

Awalnya, setelah bertemu muka dengan para penggede klub, Dalglish berharap dapat segera melakukan perencanaan di musim panas guna mempersiapkan Liverpool di musim depan. Namun, dengan tidak adanya kejelasan soal masa depannya di Anfield, Dalglish tidak akan leluasa melakukan proses jual beli pemain di bursa mengingat dalam kontraknya sebagai manajer, Dalglish tidak berada dalam posisi yang diperbolehkan untuk melakukan negoasiasi transfer atau kontrak pemain.

Sejatinya, terlepas dari buruknya prestasi Gerrard dkk, masa depan Dalglish memang telah lama diragukan menyusul keputusan FSG memecat Damien Comolli dari jabatannya sebagai Direktur Sepakbola Klub, 48 jam sebelum Liverpool bertanding di babak semifinal FA Cup melawan Everton di Wembley Stadium, 14 April lalu.

Belakangan, FSG pun mendepak Dr Peter Brukner, Ketua Divisi Sains Olahraga Klub, dan Ketua Divisi Komunikasi Klub, Ian Cotton. Akankah Dalglish yang ditunjuk menggantikan Roy Hodgson dengan kontrak kerja tiga musim atau sampai Juni 2014, menjadi korban pemecatan FSG berikutnya?

0 comments:

Post a Comment