Saturday, May 19, 2012

Drogba, Striker Hebat dan Aktor Ulung

Jelang Final Liga Champions
Chelsea's Ivorian forward Didier Drogba celebrates after scoring a goal during the UEFA Champions League semi-final first leg football match between Chelsea and Barcelona at Stamford Bridge in London on April 18, 2012.






SportPoin, Muenchen: Menjelang partai final Liga Champions antara Bayern Muenchen dan Chelsea yang akan berlangsung di Allianz Arena, Sabtu (19/5) besok malam atau Minggu (20/5) dinihari WIB, pelatih kawakan FC Hollywood Jupp Heynckes mulai melakukan perang urat syaraf.

Mantan pelatih Real Madrid berusia 67 tahun ini mewanti-wanti anak-anak asuhannya untuk mewaspadai pergerakan Didier Drogba, striker Chelsea yang dinilainya tidak hanya tajam di depan gawang lawan, namun juga aktor yang ulung terkait kepiawaiannya dalam melakukan aksi drama di lapangan hijau.

Drogba pantas diwaspadai Philipp Lahm dkk mengingat ketajamannya akhir-akhir ini yang membuat juara bertahan Barcelona luluh lantak. Namun, di mata Heynckes, Drogba pun pandai dalam mengkreasi tendangan bebas bagi timnya berbekal seni drama atau akting yang dilakukannya di lapangan.

“Selama beberapa tahun, Drogba menjadi salah satu striker top di Liga Premier. Tentu saja, ia sangat berbahaya dan mampu mencetak gol di semua kesempatan,” tegas Heynckes dalam konferensi pers sebelum pertandingan yang berlangsung di Muenchen, Jumat (18/5). “Kadang-kadang ulahnya keterlaluan. Kadang pula ia mampu menunjukkan dirinya sebagai aktor yang ulung di lapangan,” sindir Heynckes.

Menyusul rapor buruk Chelsea di kancah premiership, sebagian besar pengamat meyakini Muenchen pantas difavortikan tampil sebagai juara di musim ini. Namun, Heynckes tak mau memandang enteng kekuatan skuad asuhan Roberto Di Matteo yang belakangan menunjukkan sinyal kebangkitan.

“Lihatlah perjalanan Chelsea di babak penyisihan grup dan knock-out, mengalahkan Napoli, klub top, dengan skor 4-1 dan kemudian menyingkirkan Barcelona, tim terbaik di dunia saat ini. Lalu, mereka mampu mencuri hasil imbang 2-2 di sana (Camp Nou) dengan kondisi minus satu pemain. Hal itu sudah cukup (jadi peringatan) bagi siapapun,” tandas Heynckes.

Jadi? “Saya tidak mau larut dalam euforia yang menyatakan kami tim yang difavoritkan. Di final Liga Champions, tidak ada tim favorit,” pungkas Heynckes.

0 comments:

Post a Comment