Manchester United
Manajer Manchester United Sir Alex Ferguson (kanan) berbicara dengan
manajer Queens Park Rangers Mark Hughes sebelum kick-off laga kedua tim
yang berlangsung di Old Trafford, Manchester, 8 April 2012.
SportPoin, Manchester: Manchester United belum melempar handuk dalam persaingan perebutan gelar juara premiership di
musim ini. Setelah rivalnya Manchester City dengan gemilang
mengempaskan Newcastle United 2-0 di kandangnya sendiri, Setan Merah pun
membukukan hasil yang sama saat menjamu Swansea City, Minggu (6/5)
kemarin.
Dengan sama-sama meraih kemenangan, City dan MU sama-sama mengumpulkan 86 poin hasil dari 37 pertandingan. Dengan satu partai sisa, City wajib mengamankan raihan poin penuh saat menjamu Queens Park Rangers (QPR) di partai pamungkas yang digelar di Etihad Stadium, Minggu (13/5) pekan depan, guna memastikan gelar juara mengingat produktivitas gol yang mereka miliki unggul jauh dari MU, yaitu delapan gol (63 berbanding 55 gol).
Secara matematis, MU pun masih berpeluang mengejar selisih gol tersebut andaikata Wayne Rooney dkk mampu menundukkan Sunderland di kandangnya sendiri dengan marjin gol yang sangat besar, lebih dari delapan gol, tergantung besarnya kemenangan City atas QPR. Namun, rasanya, skenario tersebut hanya ada di atas kertas. Faktanya, hampir mustahil MU mampu menggulung The Black Cats dengan skor yang sangat telak.
Karenanya, satu-satunya harapan yang masih tersisa bagi MU adalah QPR dapat menahan laju City di kandangnya sendiri. Hal itu diungkapkan dengan terbuka oleh manajer Setan Merah Sir Alex Ferguson yang mengakui jika gelar Liga Premier telah berada dalam genggaman skuad asuhan Roberto Mancini. Ketika ditanya apakah salah satu tangan City telah menggenggam trofi premiership, Ferguson spontan menampiknya. “Tidak, justru mungkin kedua-duanya (tangan),” tegas Ferguson. Pernyataan yang jelas menunjukkan jika Ferguson sejatinya telah mengaku “kalah” dari rival sekotanya itu.
Meski demikian, mengingat kejadian aneh kerap terjadi dalam 90 menit di lapangan hijau, Ferguson pun masih menyimpan setitik harapan jika City bakal tergelincir di putaran akhir mirip seperti yang terjadi pada kuda pacu Devon Loch di Grand National 1956. “Bisa saja nasib mereka bakal seperti Devon Loch. Kejadian aneh seringkali terjadi dalam sepakbola,” ujar Ferguson berharap.
Lebih lanjut, Ferguson pun “meminta bantuan” manajer QPR, Mark Hughes, yang notabene mantan anak didiknya di Old Trafford. “City kandidat sangat kuat meraih gelar. Tapi, QPR masih membutuhkan tambahan satu poin seiring dengan perjuangan mereka menghindari degradasi. Saya yakin Mark (Hughes) tahu benar dengan tugas yang sedang dihadapinya. Ia dipecat City dengan cara tidak etis. Tentunya, ia bakal terus mengingatnya,” tegas Ferguson setengah memprovokasi Hughes.
Memang, tak mudah bagi City untuk mengalahkan QPR. Sebab, meskipun meraih kemenangan sangat penting dari Stoke City kemarin, sejatinya posisi The Hoops belum aman 100 persen dari jerat degradasi. Pasalnya, andaikata kalah dari City, jumlah poin QPR 37 angka masih dapat dilampaui Bolton Wanderers yang baru mengoleksi 35 poin.
0 comments:
Post a Comment