Barcelona
Ekspresi pelatih Barcelona Josep Guardiola meninggalkan lapangan seusai
laga La Liga antara Rayo Vallecano dan Barcelona di Vallecas Stadium,
Madrid, 29 April 2012. Barca unggul 7-0.
SportPoin, Barcelona: Isu hengkangnya Pep Guardiola
dari Barcelona di akhir musim mulai menyita perhatian publik sepakbola
sehari sesudah Lionel Messi dkk secara tragis disingkirkan Chelsea di
babak semifinal Liga Champions. Dua harian terkemuka di Spanyol, Marca dan AS,
sama-sama mengklaim jika Guardiola telah membuat keputusan meninggalkan
Camp Nou di akhir musim sesuai dengan kontrak kerjanya yang akan
berakhir pada Juni mendatang (Baca: Guardiola Tinggalkan Barcelona?).
Apa yang dilansir kedua harian tersebut terbukti sehari kemudian. Dalam
konferensi persnya yang didampingi Presiden Klub Sandro Rosell dan
Direktur Sepakbola Andoni Zubizaretta, Guardiola memberi konfirmasi
terkait keputusannya menampik proposal perpanjangan kontrak. Dalam
kesempatan itu, Guardiola menolak tegas jika putusannya itu dipengaruhi
faktor keluarga.
“Keluarga tidak ada pengaruhnya. Hal ini merupakan keputusan pribadi.
Empat tahun membuat setiap orang (maksudnya dirinya sendiri) lelah. Saya
telah mengatakan soal ini kepada presiden di akhir September atau awal
Oktober, bahwasanya kiprah saya bakal segera berakhir. Sosok pelatih
baru akan memberikan sesuatu yang tidak dapat saya berikan lagi,” tegas
Pep, pelatih termuda sepanjang sejarah yang mampu meraih gelar Liga
Champions saat Barca menundukkan MU 2-0 di Stadio Olimpico, Roma, 27 Mei
2009. Saat itu usia Pep baru menginjak 38 tahun.
Namun, seperti yang dilansir The Sun, boleh jadi bukan hanya
kelelahan dan motivasi—Pep telah memenangkan semua gelar—yang membuat
mantan gelandang bertahan Brescia dan Roma itu memutuskan meninggalkan
Messi dkk di saat Barca terpuruk. Faktor friksi alias pertikaian antara
Rosell dan pendahulunya Joan Laporta digadang-gadang juga menjadi alasan
di balik hengkangnya Guardiola.
Pada Oktober 2011, Guardiola sempat merilis pernyataan yang intinya
mendukung Laporta menyusul kebijakan Rosell yang membekukan semua aset
Laporta dan konco-konconya. “Saya sangat sayang dengan dewan direksi
yang lama. Merekalah yang mengangkat saya. Karenanya, saya sedih dengan
kondisi yang terjadi,” terang Guardiola menyikapi pembekuan aset
Laporta.
Selain soal friksi tersebut, muncul isu lainnya yang membuat Guardiola
menimbang ulang masa depannya di Camp Nou. Sejumlah pemain senior
ditengarai bakal ditendang Rosell demi menyegarkan komposisi skuad. Di
antaranya adalah Gerard Pique dan Dani Alves. Kedua pemain dinilai dewan
direksi menunjukkan performa yang buruk di musim ini.
Lalu, ini yang jadi disebut-sebut membuat Guardiola bertengkar hebat
dengan Rosell. Sang presiden hendak mengakuisisi bintang Santos dan
Brasil Neymar da Silva guna menelikung Real Madrid. Di mata Rosell,
rekrutmen Neymar bakal membuat Los Blancos kebakaran jenggot.
Namun, Guardiola menginginkan tim dibentuk untuk mendukung Messi.
Guardiola pun tak mau kedatangan pemain seperti Neymar bakal merusak
suasana harmonis di ruang ganti pemain.

0 comments:
Post a Comment