Chelsea
Aksi defender Chelsea asal Brasil, David Luiz, di laga final Liga
Champions melawan Bayern Muenchen di Allianz Arena, 19 Mei 2012. Chelsea
menang 4-3 lewat adu penalti.
SportPoin, London: Tak sia-sia pengorbanan yang
dilakukan defender Chelsea asal Brasil, David Luiz, yang menjalani laga
final Liga Champions menghadapi Bayern Muenchen di Allianz Arena, Sabtu
(19/5) lalu, dengan kondisi hamstringnya kembali bermasalah saat babak
pertama baru berjalan 20 menit. Luiz, 25 tahun, mampu bertahan selama
120 menit dan justru menyumbangkan satu gol krusial saat adu penalti.
Luiz, yang ditransfer dari Benfica dengan fee 25 juta euro per 31 Januari 2011, absen dari sejumlah pertandingan Chelsea di akhir musim setelah mengalami cedera hamstring di laga semifinal FA Cup melawan Tottenham Hotspur, 15 April lalu. Dengan kondisi John Terry dan Branislav Ivanovic terkena suspensi, Luiz tahu benar jika keberadaannya sangat dibutuhkan caretaker Roberto Di Matteo.
Belakangan, Luiz mengaku jika dirinya terpaksa menggunakan adrenalin guna dapat tampil di final Liga Champions. “Saya gugup dengan kondisi kaki saya. Saya bermain dengan cedera. Saya absen selama 35 hari dan baru saja kembali berlatih. Dua hari yang lalu saya kembali mengalami nyeri yang luar biasa pada hamstring saya. Saat itu, saya berpikir kondisinya tak akan fit untuk tampil di laga final,” aku Luiz.
Lalu, “Pada hari Jumat, saya menjalani tes jika saya bisa bermain. Namun, yang terjadi, setelah 20 menit babak pertama berlangsung, rasa nyeri itu kambuh kembali. Akan tetapi, saya katakan pada diri saya jika cedera itu tidak akan membuat saya mundur. Saya telah bekerja keras sepanjang karier saya untuk bisa tampil di laga sepenting ini, partai yang telah diidam-idamkan sejak saya masih kecil,” tegas Luiz.
Karenanya, “Saya katakan kepada diri saya sendiri bahwa saya bakal bermain dengan hati. Saya tidak butuh bermain dengan bantuan tubuh saya manakala hati dan tekad saya sangat kuat. Akhirnya, pengorbanan itu berbuah hal yang manis. Kami berhasil meraih gelar Liga Champions,” teriak Luiz yang saat masih memperkuat Benfica baru merasakan gelar liga satu kali di musim 2009-2010.
Di mata Luiz, keberhasilannya mengeksekusi penalti ke gawang Manuel Neuer merupakan penebusan menyusul kegagalannya sebagai algojo 12 pas saat Chelsea bertanding melawan Genk di babak penyisihan grup. “Saya masih ingat dengan kegagalan itu, sesuatu yang membuat saya kerap terbangun. Saya tahu jika saya kembali mendapat kesempatan, saya akan melakukannya dengan benar sehingga publik bakal mengingatnya. Saya senang bisa menebusnya dan berhasil mencetak gol,” tandas Luiz.

0 comments:
Post a Comment