Timnas Inggris
Kekecewaan striker Inggris Wayne Rooney (tengah) dengan menutup
kepalanya usai kekalahan timnya lewat adu penalti dari Italia di
perempat final Euro 2012 di Olympic Stadium, Kiev, 24 Juni 2012.
SportPoin, London: Pelatih Timnas Inggris Roy
Hodgson mengklaim timnya bisa berjalan dengan kepala tegak meskipun
telah tersingkir dari percaturan Euro 2012 menyusul kekalahan 2-4 lewat
adu penalti di tangan Italia saat kedua tim bertemu di partai perempat
final terakhir yang berlangsung di Olympic Stadium, Kiev, Minggu (24/6)
malam lalu.
Benarkah demikian? Melihat catatan statistik, pernyataan Hodgson pantas dipertanyakan. Pasalnya, di antara delapan negara yang berhak tampil di babak perempat final, Tiga Singa menjadi tim terburuk kedua dalam hal jumlah tembakan (shot) dan tendangan ke gawang (shot on target). Dari empat pertandingan yang dilalui, Inggris hanya mampu melontarkan 11 kali tendangan ke gawang.
Karenanya, wajar jika Inggris tersingkir lebih dini mengingat daya dobrak Wayne Rooney dkk (terlepas dari Rooney baru bermain di partai ketiga penyisihan Grup D) memang kendor. Lebih jauh, dari empat pertandingan tersebut, Inggris hanya sekali meraih penguasaan bola lebih baik ketimbang lawannya, yaitu 52 persen berbanding 48 persen ketika berhadapan dengan Swedia di Kiev, 15 Juni.
Dilihat dari statistik, laga terakhir melawan Gli Azzurri merupakan performa Inggris yang terburuk dalam hal penguasaan bola. Dalam 120 menit pertandingan, Inggris hanya mampu menoreh 36 persen penguasaan bola, lebih buruk ketimbang Steven Gerrard dkk saat bermain imbang 1-1 dengan Prancis di laga perdana penyisihan grup. Saat itu, Inggris memperoleh 40 persen.
Yang membuat fans Three Lions pantas kecewa dengan performa skuad Hodgson adalah ketidakberdayaan Rooney dkk menggedor gawang Gianluigi Buffon. Tercatat, Inggris hanya melontarkan sembilan (9) kali shot atau empat kali lebih rendah dibandingkan Andrea Pirlo dkk yang sanggup membuat 36 kali shot. Bahkan, lebih spesifik, Rooney dkk cuma sanggup menembak satu kali ke gawang Buffon (shot on target) dibanding Italia yang tercatat delapan (8) kali menggedor gawang Joe Hart.
Penampilan terbaik Tiga Singa terjadi di laga lawan Zlatan Ibrahimovic dkk. Meski tampil tanpa Rooney, selain mampu mencetak tiga gol, Inggris mampu membuat jumlah tendangan yang jauh lebih banyak, 16 kali dan enam (6) kali shot on target. Akurasi tembakan pun mencatat nilai tertinggi, 46,2 persen.
Akan tetapi, secara keseluruhan, dari empat pertandingan yang telah dijalani, daya gedor lini depan Tiga Singa memang jauh dari menggembirakan. Saat tampil melawan Italia, akurasi tendangan Rooney dkk hanya mencapai 16,7 persen, torehan terburuk. Dengan kata lain, pantas jika di Polandia-Ukraina, Rooney dkk tersingkir lebih dini.

0 comments:
Post a Comment