Friday, June 1, 2012

Rodgers, Perjudian Terbesar Liverpool

Liverpool 
Ekspresi manajer Swansea City asal Irlandia Utara Brendan Rodgers sebelum laga EPL menghadapi Manchester United di Old Trafford, 6 Mei 2012.








SportPoin, Liverpool: Hanya tinggal menunggu waktu, rencananya pada Jumat (1/6) besok, Liverpool melansir pengumuman resmi pengangkatan manajer muda Swansea City asal Irlandia Utara, Brendan Rodgers, sebagai manajer klub yang baru menggantikan legenda Anfield, Kenny Dalglish, yang mendapat surat pemecatan dari owner klub, Fenway Sports Group pada 14 Mei lalu.

The Reds dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan The Swans, julukan Swansea, terkait besaran kompensasi yang harus dikeluarkan untuk memboyong Rodgers yang kontrak kerjanya di Liberty Stadium masih tersisa tiga musim. Namun, besaran kompensasi tersebut tidaklah sebesar seperti yang dituntut Chairman Swansea Huw Jenkins yaitu senilai 5 juta pound.

Liverpool pun setuju dengan tuntutan Rodgers yang bakal membawa tiga orang stafnya, masing-masing asisten manajer Colin Pascoe, analisis performa Christ Davies, dan konsultan performa Glen Driscoll. Di Anfield, Rodgers, 39 tahun, meneken kontak selama tiga tahun dengan gaji sebesar 3 juta pound (sekitar Rp 43,5 miliar) per musimnya.

Namun, keputusan owner dan manajemen The Kop tersebut mendapat kritikan tajam dari mantan bek Liverpool Mark Lawrenson. Mantan komentator BBC berusia 54 tahun itu menilai Liverpool melakukan perjudian terbesar sepanjang sejarah dengan menunjuk Rodgers yang notabene belum teruji pengalamannya menangani klub besar.

“Pengangkatan yang besar baginya (Rodgers) dan perjudian terbesar yang dilakukan klub dalam waktu yang panjang. Para suporter Liverpool tentu akan memberinya kesempatan dan waktu untuk membuktikan diri. Tapi, jika akhirnya klub gagal mendekati peringkat empat besar, apa yang akan dilakukan pemilik klub?” tanya Lawrenson yang menjadi punggawa The Reds di periode 1981-1988.

Lawrenson tak menutup mata dengan rapor sangat gemilang yang ditunjukkan Rodgers yang berhasil mengantarkan Swansea menjadi klub Wales pertama yang berhasil meraih tiket promosi ke Liga Premier usai mengalahkan Reading di babak play-off musim 2010-2011.

“Apa yang telah dilakukan Rodgers di Swansea sungguh luar biasa. Setiap orang suka dengan gaya sepakbola yang mereka mainkan. Tapi, tantangan kali ini sangat berbeda mengingat klub selalu dituntut meraih kemenangan setiap waktu. Benar-benar pekerjaan besar bagi Rodgers mengingat ia akan bertanggung jawab atas segala sesuatunya sering dengan tidak adanya posisi direktur sepakbola,” tandas Lawrenson.

0 comments:

Post a Comment