Manchester City
Manchester City's
Italian manager Roberto Mancini awaits kick off during an English Premier
League football match between Wolverhampton Wanderers and Manchester City at
Molineux Stadium in Wolverhampton, England on April 22, 2012.
SportPoin, Manchester: Pelatih
Manchester City, Roberto Mancini, merasa tertekan karena hingga saat ini
dirinya gagal untuk memboyong beberapa pemain baru ke Etihad Stadium, markas
City, di bursa transfer musim panas kali ini. Padahal, pelatih berusia 47 tahun
ini berharap The Citizen, julukan untuk City, dapat merekrut setidaknya empat
pemain baru.
Target ini bukanlah
untuk sekedar menghambur-hamburkan uang yang dimiliki oleh City, namun Mancini
beranggapan bahwasanya penambahan pemain ini ditergetkan untuk menambah
performa timnya agar dapat masuk ke babak knock-out Liga Champion 2012/2013
mendatang, atau bahakan dapat menjuarainya. Akan tetapi, bagi Mancini target
utama City selain bersaing di Liga Champion adalah untuk mempertahankan gelar
juara Liga Inggris.
“Mempertahankan
gelar juara (Liga Premier) adalah target utama tahun ini,” aku Mancini.
“Apabila kami dapat bermain lebih baik di Liga Champion, maka akan ada
kesempatan untuk kami masuk ke babak perempat final, semi-final, atau bahkan
babak final,” tandas Mancini. “Memenangkannya adalah hal yang paling penting,
tapi untuk mendapatkannya kami membutuhkan skuad yang bagus,” ungkap matan
pelatih Inter Milan ini.
“Saya pikir, kami
tidak dapat bermain dengan skuad seperti yang ada saat ini di Liga Champion.
Oleh karena itu, saya pikir kami harus melakukan pembelian (pemain),” Mancini
menegaskan. “Liga Champion adalah liga yang cukup aneh. Saya tidak mengatakan
bahwa Chelsea tidak berhak mendapatkan gelar juara, tapi ada tim yang lebih
baik dari mereka di kompetisi tahun lalu. “Seharusnya Chelsea menjadi juara
tiga atau empat tahun yang lalu, tapi ada kalanya anda dapat menjuarai Liga
Champion, dan tidak tahu bagaimana hal itu semua terjadi,” imbuh pelatih
kelahiran 27 november 1964 ini. “Target kami di Liga Champion adalah lolos dari
fase grup ke babak selanjutnya,” tegas Mancini.
Mancini juga
mengungkapkan bahwa klubnya kadang mendapatkan kendala dalam bursa transfer,
yang disebabkan oleh kekayaan City, yang menyebabkan klub memberikan penawaran
ulang dengan menaikan harga pemainnya sekitar 30 sampai 40 persen dari harga
yang ditawarkan oleh klub milik Sheikh Mansour bin Zayed Al-nahyan ini.
“Masalahnya bukanlah
klub (City) yang tidak mau mengeluarkan uang untuk membeli pemain. Bukanlah hal
yang mudah untuk City dalam melakukan pembelian pemain,” ujar Mancini. “Klub
lain selalu menaikkan harga pemainnya sebesar 30 sampai 40 persen. Ini bukanlah
hal yang benar. Adalah hal yang wajar apabila klub menaikkan harga pemainnya
sebesar 1 juta pound untuk pemain yang Anda inginkan, tapi tidak untuk 10 juta
pound,” tukas Mancini.
Bagi Mancini, City
saat ini bukanlah City yang seperti dulu, di mana klub yang diasunya itu tidak
akan melakukan pembelian pemain yang gila-gilaan seperti tiga atau empat tahun
yang lalu. “Mental kami saat ini sangatlah kuat, sama seperti tim yang lain, tapi
anda tidak merubah susunan pemain, maka anda tidak usah berharap menjadi juara
seperti tim yang lain,” tegas Mancini.
“Kami tidak
membutuhkan 10 pemain, seperti yang kami lakukan tiga atau empat tahun yang
lalu. Tapi, kami butuh tiga atau empat pemain, pemain yang dapat mengembangkan
permainan tim kami,” tandas Mancini. “Apabila kami tidak melakukannya, maka
kami dapat menghadapi masalah yang sama seperti musim lalu, ketika Yaya Toure
bermain di Piala Africa dan mndapatkan dua atau tiga pemain kami yang tengah
cedera,” lanjut Mancini yang kini mulai tertekan.

0 comments:
Post a Comment