Udinese
Kegembiraan striker Udinese Antonio Di Natale usai menjebol gawang Lecce
dalam lanjutan Serie A di Stadio Friuli, 1 Februari 2012. Udinese
unggul 2-1.
SportPoin, Udine: Musim lalu menjadi musim gemilang bagi Juventus. Di bawah arahan pelatih Antonio Conte, La Vecchia Signora,
kembali tampil menjadi juara Serie A, kompetisi kasta tertinggi dalam
persepakbolaan Italia. Dengan keunggulan empat poin dari rival
terdekatnya AC Milan, Juve pun mengukir rekor tampil tak terkalahkan
sepanjang musim.
Kekuatan Juve di musim depan bakal kian bertambah seiring dengan datangnya dua pemain inti Udinese: gelandang Ghana Kwadwo Asamoah dan winger Cile Mauricio Isla. Karenanya, di mata striker veteran dan kapten reguler Zebrette—julukan Udinese—Antonio Di Natale, skuad Conte bakal tetap menjadi tim yang difavoritkan untuk kembali meraih scudetto di musim depan.
“Juventus menjadi tim favorit untuk menjuarai liga musim depan. Setelah mereka, saya pilih Inter dan AC Milan. Saya pun akan menyebut Napoli mengingat sejauh ini di bursa transfer mereka melakukan rekrutmen pemain yang bagus. Tim lainnya yang jadi pesaing adalah AS Roma, Lazio, dan kami sendiri. Yang pasti, jalannya liga kali ini bakal berjalan lebih ketat,” ujar Di Natale.
Musim lalu penampilan Di Natale yang telah berusia 34 tahun terbilang gemilang. Mencetak 23 gol, Di Natale berada di peringkat ketiga bersama-sama penggedor Napoli asal Uruguay, Edinson Cavani. Apiknya performa Di Natale membuatnya meraih satu posisi dalam skuad Timnas Italia yang berkiprah di Euro 2012 lalu.
“Bermain di ajang Piala Eropa merupakan pengalaman yang mengesankan. Kini, saya masih mempunyai waktu dua tahun untuk tetap bermain. Tampil di Piala Dunia Brasil? Jika pelatih Cesare Prandelli memutuskan memanggil saya, tentunya saya bakal sangat gembira,” tegas Di Natale yang sejauh ini baru mencetak 11 gol dari 42 penampilannya bersama Gli Azzurri.

0 comments:
Post a Comment