Juventus
Ekspresi pelatih Juventus Antonio Conte saat melambaikan tangannya
kepada fans sebelum digelarnya laga persahabatan melawan Malaga di
Arechi Stadium, Salerno, 4 Agustus 2012.
SportPoin, Turin: Pelatih Juventus Antonio Conte
sangat optimistis alias hakulyakin upaya banding yang dilakukannya
terkait skorsing selama 10 bulan menyusul dugaan keterlibatannya dalam
skandal Scommespoli, dapat diterima Pengadilan Federal. Conte pun berharap dirinya dapat kembali menangani Bianconeri saat partai perdana kompetisi Serie A musim ini menjamu AC Parma di Juventus Stadium, Sabtu (25/8).
Seperti diketahui, Conte mendapat ganjaran hukuman larangan tampil mendampingi timnya selama 10 bulan karena dinilai tak mau memberikan informasi soal adanya dugaan pengaturan skor pertandingan dalam dua partai saat dirinya masih menangani Siena.
Pada Senin (20/8) kemarin, Conte dan pengacaranya melakukan upaya banding kepada Pengadilan Federal. Dalam bandingnya, Conte menyodorkan bukti yang mendiskreditkan mantan anak asuhnya di Siena, Filippo Carrobio, sosok yang menyeret Conte ke pengadilan.
“Situasi ini membuat saya terluka dan sulit untuk melupakannya. Tuduhan itu sama sekali tak berdasar. Saya yakin, para hakim dapat melihat bukti-bukti yang ada dan akhirnya membebaskan saya, sekaligus menghindari hukuman yang tidak adil,” ujar Conte seperti yang dilansir La Gazzetta dello Sport.
“Saya ulangi untuk kesekian kalinya, kepercayaan saya pada hakim. Kehadiran saya di muka pengadilan adalah pertanda saya sangat menghormati mereka. Saya dengarkan opini pengacara saya dan respon dari Jaksa Penuntut Federal, Stefano Palazzi. Carobbio terus menerus mengubah pernyataannya seperti seekor bunglon. Tapi, entah mengapa hal itu dicap Palazzi sebagai “pengayaan” (bukti). Namun, dari apa yang saya dengar, saya tetap kalem dan percaya diri. Saya berharap dapat kembali ke bench di laga lawan Parma,” tegas Conte.
Conte mengakui jika dirinya salah dalam mengambil jalur plea bargain. Seperti diketahui, awalnya Conte setuju melakukan permintaan keringanan hukuman dengan risiko diskors tiga (3) bulan. Opsi yang kemudian ditolak Komisi Disiplin FIGC.
“Satu hal yang tidak akan saya lakukan lagi, yaitu menerima dengan berat hati plea bargain. Anda tidak dapat menawar ketidakbersalahan. Meski pengacara menganjurkannya sebab hal itu merupakan peluang terbuka dan risiko maju ke muka pengadilan adalah besar, tetap saja itu merupakan kesalahan," tambah Conte.
"Tentu saja, saya tidak akan mengakui melakukan apapun, tapi langkah itu dapat diartikan lain. Jika pada saat itu saya diberi jaminan hanya akan diberikan skorsing tiga bulan pun, saya tetap akan menjawab tidak. Jadi, hukuman yang pantas bagi saya adalah tidak ada skorsing. Sebab, saya tidak melakukan hal yang ilegal,” tandas Conte

0 comments:
Post a Comment