Juventus
Gaya pelatih Juventus Antonio Conte di laga lanjutan Serie A melawan
Napoli di Stadio San Paolo, Naples, 29 November 2011. Skor 3-3.
SportPoin, Roma: Komite Disiplin Federasi Sepakbola
Italia (FIGC) yang dipimpin Sergio Artico menolak permohonan (plea
bargain) yang dilontarkan pelatih Juventus Antonio Conte perihal
kesaksiannya dalam skandal pengaturan skor pertandingan atau yang lebih
dikenal dengan Scommessopoli. Artinya, bos Bianconeri tersebut bakal menjalani persidangan dan terancam mendapat skorsing selama setahun!
Sebelumnya, Conte telah bersepakat dengan jaksa penuntut federal, Stefano Palazzi, untuk menghindari proses persidangan. Konsekuensinya, Conte bersedia diganjar hukuman larangan tampil selama tiga bulan dan denda sebesar 200 ribu euro (sekitar Rp 2,3 miliar). Selain Conte, Siena dan sejumlah tersangka dalam kasus ini pun melontarkan permohonan yang sama.
Plea bargain yang diajukan Conte dkk diyakini bakal diterima Komite Disiplin. Namun, dalam persidangan yang digelar pada Kamis (1/8), Artico dkk menolak hampir sebagian besar permohonan tersebut, termasuk plea-nya Conte dan Siena. Dalam benak komite, permohonan tersebut tidak cocok dengan tuntutan. Sementara, permohonan penalti satu poin yang diajukan Torino dan klub serie B Varese plus denda 30 ribu euro diluluskan.
Menanggapi keputusan tersebut, pengacara Juventus geram dan berupaya semua persidangan digugurkan. Sebab, “Dengan menolak permohonan tersebut, hakim telah membuat keputusannya sendiri, artinya mereka tidak dapat menjadi hakim dalam persidangan dimana mereka sendiri telah membuat keputusan. The Corte Costituzionale pada 1992 menegaskan seorang hakim tidak dapat memerintah setelah ia menolak permohonan yang telah disepakati,” ujarnya

0 comments:
Post a Comment