Real Madrid
Real Madrid's Brazilian midfielder Kaka celebrates after scoring against
Espanyol on March 4, 2012 during a Spanish league football match at the
Santiago Bernabeu stadium in Madrid.
SportPoin, Madrid: Kabar terbaru seputar masa depan
gelandang asal Brasil Ricardo Kaka bersama Real Madrid. Muncul
kemungkinan jika mantan bintang AC Milan berusia 30 tahun ini bakal
tetap bertahan di Santiago Bernabeu. Pasalnya, sampai sejauh ini, Madrid
tidak yakin bakal ada klub yang mau datang menyodorkan tawaran fee
transfer sebesar 25-30 juta euro untuk membeli hak kepemilikan Kaka.
Besaran gaji bersih yang diterima Kaka pun ditaksir menjadi kendala
berat bagi klub peminat.
Seperti diketahui, menyusul pertemuan bersama ayahnya, Bosco Leite, dengan bos Jose Mourinho dan Chief Executive Klub Jose Angel Sanchez beberapa waktu lalu, Kaka mendapat informasi jelas jika kesempatan bermainnya di musim depan bakal lebih minim dibanding musim lalu. Meski demikian, pernyataan Mourinho tersebut tak membuat Kaka patah arang.
Kepercayaan yang diberikan Mourinho yang membawanya ke dalam skuad yang menjalani tur di AS dimanfaatkan Kaka dengan sebaik mungkin. Selain memasang wajah yang ceria, beberapa sumber mengatakan jika di sesi latihan, Kaka menunjukkan motivasi dan determinasi lebih. Satu cara untuk meyakinkan Mourinho memberinya satu tempat di tim inti musim depan.
Di lain sisi, Mourinho dan petinggi Madrid—Presiden Florentino Perez, Angel Sanchez, dan Miguel Pardeza, Direktur Sepakbola Klub—telah sepakat tidak akan melego Kaka dengan bandrol yang dikorting. Atau dengan kata lain, klub mempersilakan Kaka tetap tinggal, kecuali datang tawaran sebesar 25-30 juta euro sebelum bursa transfer musim panas ditutup pada 31 Agustus mendatang.
Tiga klub, Paris Saint-Germain (PSG), New York Red Bulls, dan AC Milan diklaim telah menunjukkan ketertarikannya mengakuisisi Kaka. Namun, tak satu pun dari proposal yang disodorkan ketiga klub tersebut memuaskan Los Merengues. PSG mundur teratur, Red Bulls seia sekata dengan menilai kompetisi MLS belum mampu memikat hati Kaka. Milan pun angkat tangan setelah tawaran peminjaman plus gaji yang dibayar bersama Madrid ditampik Perez.
Yang menjadi kendala terbesar bagi Rossoneri untuk membawa kembali Kaka ke San Siro adalah besarnya perbedaan tarif pajak di Spanyol dan Italia. Ketika Kaka direkrut Madrid pada 2009, tarif pajak di Spanyol untuk pesepakbola hanya berkisar 22 persen. Rendahnya tarif tersebut sering dipelesetkan sebagai “Beckham Rule”, kebijakan pajak minim bagi pesepakbola top dari luar Spanyol.
Nah, pada 2010, Pemerintah Spanyol mengubah kebijakan tarif pajak tersebut, dari 22 persen menjadi 52 persen, atau kurang lebih sama dengan besarnya tarif pajak di Italia. Akan tetapi, perubahan dari tarif pajak tersebut tidak berpengaruh pada pendapatan Kaka. Pasalnya, kontrak yang ditekennya terjadi sebelum peraturan baru pajak diluncurkan.
Artinya, untuk mempekerjakan Kaka kembali, Milan harus menyediakan dana (gaji ditambah pajak) sebesar 18 juta euro per tahun. Sebab, gaji bersih Kaka berjumlah 9 juta euro per musimnya. Sementara, di Bernabeu, Madrid hanya mengeluarkan 11 juta euro. Itulah sebabnya, Wakil Presiden Milan Adriano Galliani sempat mengatakan jika peraturan pajak itulah yang membuat “rekrutmen Kaka hampir mustahil dilakukan”. Benarkah?

0 comments:
Post a Comment