Kasus Mark Clattenburg
SportPoin, London: Buntut dari kasus yang membelit
wasit Mark Clattenburg, percakapan para wasit Liga Premier selama laga
akan direkam. Langkah ini diambil untuk menghindari insiden serupa,
dimana Clattenburg dinyatakan tidak bersalah oleh Badan Sepakbola
Inggris (FA) perihal tudingan melakukan pelecehan rasial terhadap
gelandang Chelsea John Obi Mikel.
"Untuk mengurangi risiko hal
serupa kembali terulang PGMOL akan memperkenalkan perekaman sistem
komunikasi para wasit dengan basis pribadi," kata Mike Riley, manajer
umum Professional Game Match Officials Limited, yang merupakan badan
pengelola perwasitan papan atas Inggris.
Para ofisial
pertandingan Liga Premier, termasuk wasit, hakim garis, dan ofisial
keempat, saat ini saling terhubung melalui headset dan micophone untuk
membantu mereka berkomunikasi di tengah suasana stadion yang ramai.
Namun sebelumnya percakapan mereka tidak direkam.
"Perwasitan di
Inggris bergerak menjadi lebih kuat. Para wasit kami memiliki reputasi
di seluruh dunia untuk profesionalitas, imparsial, dan integritas
mereka," tambah Riley.
Clattenburg merupakan wasit pertandingan
Liga Premier antara Chelsea dan Manchester United pada 28 Oktober lalu.
Clattenburg dituduh mengatakan "diam kamu monyet" kepada Mikel. Ungkapan
tersebut didengar oleh rekan satu tim Mikel yang berasal dari Braril,
Ramires. Namun setelah dilakukan penyelidikan, tuduhan itu tak kuat
cukup bukti.

0 comments:
Post a Comment