Skandal Tuan Rumah Piala Dunia 2022
SportPoin, Paris: Majalah France Football
mengeluarkan laporan mendalam terkait "Qatargate" atau skandal
dipilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Dalam laporan
majalah bergengsi Prancis itu dibeberkan indikasi kemungkinan Qatar
sudah membeli jatah tuan rumah yang berhasil mereka menangkan.
Caranya yaitu dengan membeli suara pada saat diadakan voting tuan rumah Piala Dunia 2022 pada 2011 lalu.France Football lalu juga menyebut Presiden UEFA, Michel Platini, salah satu tim sukses Qatar. Semuanya dimulai pada 23 November 2010 di Istana Elysee. Disebutkan telah terjadi "makan siang" rahasia saat itu antara mantan Perdana Menteri Prancis, Nicolas Sarkozy, Pangeran Al-Thani dan Michel Platini. Saat itu, Al Thani bersedia mengangkat PSG kembali.
Syaratnya, Platini harus berhenti mendukung Amerika Serikat, rival terberat Qatar di Piala Dunia 2022. Seiring berjalannya waktu, Platini mengakui adanya makan-makan itu. "Suatu hari saya diundang makan-makan oleh Sarkozy. Dia tak menyuruh saya untuk memilih Qatar saat itu. Saya diundang dan dia tahu saya akan independen dan memilih apa yang saya mau," akunya.
Platini pun ternyata memang memilih Qatar. Tapi dia mengaku punya alasan dan dirinya juga tak mungkin abstain karena menjabat Presiden UEFA. "Saya memilih Qatar karena ini saatnya bermain di negara seperti mereka. Qatar sudah mencalonkan diri sebanyak lima kali," ujarnya.
Disebut-sebut pula Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), Angel Maria Villar di skandal itu. Saat itu, Villar memilih Qatar tapi dengan imbal balik Qatar mendukung Spanyol-Portugal menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Selain itu, RFEF mendapat imbalan bisa memainkan laga persahabatan timnas Spanyol di Doha Qatar. Ini bisa menambah pundi RFEF dan benar Spanyol bakal menjamu Uruguay di Doha 6 Februari mendatang. Namun demikian, Spanyol-Portugal gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018.

0 comments:
Post a Comment