Serie A
SportPoin, Genoa: Sepakbola Italia tengah berada
dalam kesedihan. Kesedihan ini muncul atas wafatnya Presiden Sampdoria
Riccardo Garrone. Garrone meninggal, Senin (21/1/13) malam waktu
setempat atau Selasa (22/1/13) dinihari WIB, di usia 77 tahun.
Garrone
wafat setelah berjuang keras melawan sakit yang dideritanya. Pebisnis
kaya yang merupakan Presiden Kehormatan perusahaan energi ERG ini
mengambil alih tampuk kekuasaan Sampdoria pada Januari 2002 menggantikan
Enrico Mantovani.
Kini, sepeninggal Garrone, maka secara otomatis klub berjuluk I Blucerchiati ini akan diambil alih sang Wakil Presiden Edoardo Garreno, yang tidak lain anak dari Garrone.
“Ini
merupakan sebuah sakit yang sangat perih, hari ini adalah salah satu
hari paling buruk dan paling sedih dalam hidup saya,” ujar pemain depan
Inter Milan Antonio Cassano yang dulu pernah membela Il Samp,
sebutan untuk Sampdoria. “Dia akan selalu ada di hati saya, dan saya
akan selalu mencintainya,” ungkap pemain berusia 30 tahun itu.
Tidaklah
salah apabila Cassano bersedih, sebab Garronelah yang menyelamatkan
karier Cassano setelah gagal bersaing di Real Madrid. Namun, di
pengujung kariernya bersama Sampdoria, Cassano dan Garreno terlibat
pertikaian, dan membuat Cassano hengkang ke AC Milan pada tahun 2011.
Selain
Cassano, Direktur Juventus Beppe Moratta pun ikut mengenang Garrone.
“Garrone merupakan hal terpenting untuk Cassano. Garrone adalah orang
bijak yang sangat berwibawa. Saya akan selalu mengenangnya,” tandas
Moratta.

0 comments:
Post a Comment