Thursday, February 28, 2013

Lazio Terancam Bermain Tanpa Penonton di Europa League

Europa League
SportPoin, Roma: Lazio terancam mendapat hukuman dari Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) akibat ulah pendukungnya sendiri, yang dikenal dengan sebutan Laziale. Akibat ulah anarkis dan rasis Laziale, Lazio terancam bermain tanpa penonton saat berlaga di Europa League. Laziale tercatat telah melakukan tindakan rasis sebanyak tiga kali di musim ini.

UEFA memberikan konfirmasi pada Selasa (26/2/13) lalu apabila mereka dapat menghukum klub yang melakukan tindakan rasis, saat Lazio mengalahkan Borussia Monchengladbach dengan skor 2-0 di leg kedua babak 32 besar Europa League. Selain itu, UEFA akan menuntut tindakan suporter yang menyalakan kembang api.

Selain itu, Laziale sendiri pernah terbukti bersalah melakukan tindakan rasis saat melawan Tottenham Hotspur dan Maribor. Dalam kasus melawan Maribor, di Slovenia; Lazio sedikit beruntung sebab UEFA menangguhkan hukuman bermain tanpa penonton selama dua tahun di Europa League.

Sekarang, hukuman itu bisa saja menjadi kenyataan ketika Komisi Disiplin UEFA akan melakukan rapat pada Rabu (27/2/13) siang waktu setempat, dan besar kemungkinan Lazio akan bermain tanpa penonton saat menjamu VfB Stuttgart pada leg kedua babak 16 besar Europa League di Stadion Olimpico, Kamis (14/2/13) malam waktu setempat atau Jumat (15/3/13) dinihari WIB mendatang.

Bukan hanya Lazio, Monchengladbach pun akan menghadapi tuntutan dari UEFA akibat ulah suporter mereka yang menyalakan kembang api di Stadion Olimpico. Roma sendiri hampir rusuh dengan kedatangan sekitar 8000 pendukung Monchegladbach. Kekisruhan pun terjadi, tiga suporter Monchengladbach mengalami luka tusuk dalam bentrokan tersebut, walau tak ada suporter yang mengalami cedera serius.

Presiden Lazio Claudio Lotito pun mengaku kecewa dengan adanya kekerasan tersebut, walau Lotito merasa keberatan apabila UEFA menyalahkan klub. “Saya meminta kepada media untuk tidak memberi label kepada suporter Lazio sebagai pihak protagonis. Roma adalah kota metropolis, dan tidak sedikit orang jahat yang ada di sini,” ujar Lotito.

“Contohnya, tidak ada pembuktian apabila semua kekisruhan ini dilakukan oleh suporter Lazio yang telah terorganisir. Tidak ada satu pun yang mencoba untuk membenarkan tindakan seperti ini, tapi saya katakan apabila saya terus melakukan kontak dengan pihak kepolisian, dan mencoba untuk mengerti apakah oknum tersebut benar-benar berhubungan denga Lazio,” Lotito menjelaskan.

“Dalam padangan saya, mereka harus melakukan penyidikan secepatnya, dan mengirim oknum tersebut ke penjara, dengan demikian mereka tidak memiliki kesempatan untuk kembali melakukan hal yang sama,” imbuh Lotito dengan penuh harap.

0 comments:

Post a Comment