Jelang Inter vs Lazio
Pelatih Lazio Edy Reja memberi instruksi kepada anak didiknya saat
menghadapi Chievo pada laga lanjutan Serie A di Stadio Olimpico, Roma
Roma: Pelatih Lazio Edy Reja tertantang membawa tim
asuhannya kembali merasakan gemerlap Liga Champions untuk pertama
kalinya dalam lima tahun. Peluang terbuka. Mereka berada di posisi
keempat klasemen sementara Serie A dan hanya dua poin di bawah Udinese
yang menghuni peringkat ketiga, posisi terakhir menuju Liga Champions.
Akan tetapi, banyak pemerhati sepakbola yang melihat tantangan terbesar
Lazio bukan dari atas, melainkan dari bawah dimana Inter Milan berlari
cepat menaiki tangga demi tangga di klasemen. Beberapa bulan lalu Inter
tak dianggap bakal mampu bersaing dalam perburuan titel scudetto maupun Liga Champions.
Tetapi kini keadaan berubah. Inter tancap gas dengan merebut delapan kemenangan dari sembilan pertandingan terakhir. Nerazzurri hanya berada satu poin di bawah Lazio dan kesempatan menyalip terbuka di saat mereka menjamu Biancocelesti di Stadio Giuseppe Meazza, Minggu (22/1) malam waktu setempat atau Senin dini hari WIB.
Kalah akan memaksa Lazio dihadapkan pada tugas ekstra berat untuk
kembali ke zona tiga besar. Berat bagi Lazio mengingat Inter sedang
berada pada puncak kepercayaan diri, terutama setelah mengalahkan AC
Milan akhir pekan lalu. Meski demikian, Reja optimistis mampu
menghentikan lari cepat tim besutan Claudio Ranieri.
Kami akan ke Milan—melawan Inter—dengan ambisi 100 persen meraih hasil
postif, kemenangan,” kata Reja. “Pada pertandingan terakhir Inter
bermain apik. Mereka kuat dari sisi fisik maupun dari sudut pandang
mental.”
Reja tak cuma mengincar poin dari Inter tapi juga kepercayaan Laziale,
julukan buat penggemar Lazio. Ia harus tebal kuping menghadapi kritik
fan seperti ketika mereka dipermak Siena empat gol tanpa bisa membalas
pada partai perdana Serie A di tahun ini, 7 Januari lalu. Reja disoraki
sebelum pasukannya akhirnya mengalahkan Atalanta 2-0, Minggu (15/1).
Reja bisa memaklumi harapan besar fan dan yakin timnya berada pada jalur
yang tepat. Lazio hanya satu poin di belakang dari titik yang sama di
musim lalu ketika mereka finis di urutan kelima.

0 comments:
Post a Comment