Babak 16 Besar Liga Champions
London: Drama terjadi di Emirates Stadium. Arsenal
nyaris menciptakan keajaiban yang jika terwujud bakal tercatat sepanjang
sejarah Liga Champions. Di leg kedua babak 16 besar, Selasa (6/3) malam waktu setempat atau Rabu (7/3) dinihari WIB, The Gunners “hanya” mampu mengalahkan tamunya AC Milan dengan skor 3-4 langsung. Walhasil, karena tumbang 0-4 di leg pertama, Arsenal tetap kalah agregat 3-4 dan tersingkir.
Sejak kick-off, anak-anak asuhan Arsene Wenger yang tampil tanpa beban langsung menggebrak. Babak pertama baru berjalan enam menit, Arsenal unggul 1-0 melalui sundulan bek Laurent Koscielny meneruskan umpan dari tendangan penjuru Alex Oxlade-Chamberlain. Publik Emirates berjingkrak. Gol tersebut kian menambah kepercayaan diri Robin van Persie dkk. Tiga menit kemudian, upaya Van Persie masih dapat diblok kiper Christian Abbiati. Di menit ke-18, Abbiati kembali melakukan save dari sepakan Van Persie.
Tekanan sporadis yang dilakukan Arsenal membuahkan hasil di menit ke-25. Bermula dari akselerasi Theo Walcott yang menyodorkan umpan tarik ke tengah kotak penalti Milan. Bola dicoba dihalau Thiago Silva. Sayangnya bola mendarat di kaki Rosicky yang kemudian melepaskan tendangan terukur menuju pojok kiri bawah gawang Milan. Tepisan Abbiati tak mampu mengadang laju bola ke dalam gawang. Skor 2-0 untuk Arsenal.
Milan mulai ketar-ketir. Sebaliknya, dengan dukungan fans Emirates, Arsenal terus konsisten menggempur pertahanan tim tamu. Di menit ke-42, The Gunners mendapat hadiah penalti menyusul pelanggaran yang dilakukan dua bek Milan Antonio Nocerino dan Djamal Mesbah yang “menggunting” Walcott. Eksekusi Van Persie mulus. Abbiati terkecoh. Skor 3-0.
Artinya, Arsenal tinggal membutuhkan tambahan satu gol untuk memaksa laga dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu. Menjelang babak pertama berakhir, Milan mendapat peluang emas. Sayang, meskipun berdiri dalam posisi yang bebas, sepakan Stephan El Shaarawy yang berhadapan satu lawan satu dengan Wojiech Szczesny, melenceng jauh.
Di babak kedua, penampilan Milan mulai membaik. Di menit ke-53, giliran kiper Szczesny yang membuat save dengan memblok sepakan Ibrahimovic. Enam menit kemudian, Van Persie membuang peluang emas guna menyamakan agregat. Sayang, bola muntah yang dicocor Van Persie dapat diantisipasi kiper Abbiati yang sebelumnya memblok sepakan keras Tomas Rosicky.
Sejak itu, laga berubah jadi liar. Kedua tim sama-sama menyerang frontal. Dua kali Ibra mendapat peluang emas. Pertama, di menit ke-62 memanfaatkan blunder Szczesny. Namun, sepakan jarak jauh Ibra dari jarak 32 meter tipis melenceng dari sasaran. Kedua, di menit ke-76 ketika tendangan kerasnya dapat ditepis kiper Szczesny.
Beberapa detik kemudian, Milan kembali mendapat peluang emas 99 persen gol melalui Antonio Nocerino. Namun, meski berdiri sangat dekat dengan gawang, kurang dari dua meter, sambaran Nocerino yang meneruskan umpan Urby Emanuelson justru mengarah ke kaki Szczesny. Di sisa waktu para pemain Arsenal tampak kehabisan stamina. Skor 3-0 bertahan sampai bubaran.
Dengan demikian, Milan mencapai fase perempat final Liga Champions untuk kelima kalinya sejak musim 2006-2007, musim dimana Rossoneri tampil sebagai juara. Total jenderal, Rossoneri telah meraih tiket ke perempat final sebanyak tujuh kali menyamai rekor Juventus.
Susunan Pemain:
Arsenal: Szczesny; Sagna (KK), Koscielny, Vermaelen, Gibbs (KK); Song (KK), Rosicky; Walcott (Park), Gervinho, Oxlade-Chamberlain (Chamakh); van Persie.
Milan: Abbiati; Abate, Thiago Silva, Mexes, Mesbah (Bonera); Nocerino (KK), Van Bommel (KK), Emanuelson; Robinho, Ibrahimovic (KK), El Shaarawy (Aquilani).
Wasit: Damir Skomina (Slovenia)

0 comments:
Post a Comment